perkembangan dan trend IT

 27 Februari 2007, 7:19 WIB

Tren Teknologi Tahun 2007

Organisasi-organisasi mencari solusi-solusi service-oriented architecture (SOA), komputasi grid, software sebagai sebuah layanan, business intelligence dan aplikasi-aplikasi enterprise yang terintegrasi dengan kemampuan yang spesifik dengan industri untuk meningkatkan keluwesan mereka dan bersaing dengan sukses.

Organisasi-organisasi terus berinvestasi dalam teknologi dan akan terjadi sebuah perpindahan tetap dalam manajemen. Pengguna-pengguna TI terus mengawasi ROI dan TCO dari investasi-investasi TI mereka. Tren 2006 akan berlanjut ke 2007.

Bertumbuhnya edukasi TI, pengembangan produk, ERP, CRM, HCM, layanan-layanan software atau bahkan integrasi usaha, semuanya adalah hasil dari evolusi TI dan penggunaannya untuk membangun usaha di seluruh dunia. Indonesia adalah sebuah pelanggan TI yang signifikan di wilayah ini.

Dalam sebuah pasar berkembang seperti Indonesia, konsolidasi menjadi semakin penting dan banyak organisasi TI bergerak menuju konsolidasi usaha. Dengan merger dan akuisisi-akuisisi, menjadi penting bagi perusahaan untuk memastikan integrasi yang mulus dari penggabungan aset-aset keuangan, sistem-sistem dan proses-proses, manusia, teknologi, IPR, produk-produk dan layanan-layanan dari hasil merger ini. Agar hal ini bisa berjalan lancar, organisasi harus mengadopsi sebuah pendekatan service-oriented architecture (SOA).

Seiring dengan persiapan perusahaan Indonesia untuk menghadapi persaingan keras dari perusahaan-perusahaan besar internasional dan dengan komoditas TI dan pengembangan teknologi baru, semakin banyak organisasi telah mulai dengan serius mengeksplorasi penggunaan TI inovatif untuk membantu mereka berkembang. Tahun 2007 ini akan ditandai dengan munculnya dan menjadi dewasanya alat-alat khusus TI seperti solusi software sebagai sebuah layanan, komputasi grid, business intelligence, CRM, dan HCM. Tidak hanya organisasi-organisasi besar yang akan mengadopsi teknologi-teknologi baru ini, bahkan UKM di Indonesia akan memintanya. Peningkatan baru ini bisa diatribusikan ke peningkatan lingkungan usaha yang bersaing dan juga garis batas yang ketat diatur oleh pembuat kebijakan dalam memastikan good governance.

Hasilnya adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan kepatuhan, transparansi, dan pembobolan keamanan informasi pun menjadi titik-titik perhatian. Karena semakin banyak perusahaan Indonesia berpartisipasi sebagai penyedia, kontraktor atau pelanggan-pelanggan dalam ekosistem perdagangan global, pengertian akan penggunaan norma-norma kepatuhan global menjadi penting bagi perusahaan-perusahaan.

Saat ini, tanpa melihat di mana perusahaan tersebut berada, jika melakukan usaha dalam skala global, yang sekarang banyak dilakukan perusahaan Indonesia, mereka perlu dimengerti praktik-praktik terbaik dan ukuran kepatuhan yang diadopsi oleh perusahaan di berbagai tempat. Menjadi semakin penting bagi mereka untuk mampu melakukan usaha dengan perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia secara mulus dan bertanggung jawab.

Perkiraan-perkiraan Tren di Tahun 2007
1. SOA dan standar-standar terbuka akan menjadi sebuah feature penting dalam investasi infrastruktur TI yang semakin besar
Sebagaimana perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dipaksa untuk lebih cepat menjawab tantangan-tantangan persaingan dan pelanggan yang semakin besar, banyak dari mereka akan mencoba menggunakan sebuah Service-Oriented architecture (SOA) sebagai sebuah pembeda usahanya. Dengan SOA, organisasi-organisasi akan memiliki sebuah infrastruktur yang fleksibel dan bisa diadaptasi, yang akan membuat mereka untuk menjadi lebih luwes sekaligus di saat yang sama mengurangi biaya pengaturan lingkungan-lingkungan TI mereka.

2. Organisasi-organisasi akan terus mencari cara untuk mengurangi biaya TI
Organisasi-organisasi dalam berbagai ukuran akan terus mencari cara untuk mengurangi biaya infrastruktur TI usaha mereka. Komputasi grid dengan real application clusters dan sebuah teknologi dan software aplikasi terintegrasi dengan fungsi-fungsi yang spesifik dengan industri dan proses usaha yang bisa beradaptasi akan secara dramatis membantu mengurangi biaya implementasi dan manajemen software.

3. Peningkatan fokus pada Business Intelligence
Business Intelligence (BI) akan terus menjadi sebuah prioritas teknologi bagi CIO-CIO. Sebuah survei Gartner yang dilakukan di awal tahun 2006 dengan sekitar 1.400 CIO menempatkan BI sebagai prioritas teknologi nomor satu.
Sejarahnya, BI selalu “dianaktirikan” dan hanya digunakan untuk analisis yang melihat ke belakang seperti aplikasi-aplikasi pelaporan dan tipe query. Gelombang BI selanjutnya akan digunakan lebih luas dalam organisasi-organisasi dan enterprise mereka untuk menyediakan informasi analisis real time strategis bagi pembuatan keputusan usaha.
Perusahaan akan mendapatkan pemandangan-pemandangan usaha yang lebih lengkap dan tepat waktu dan juga mendorong aksi dan proses yang lebih efektif, melalui kombinasi database dan aplikasi-aplikasi analisis dan juga memasukkan alat-alat BI dalam proses-proses usaha. Organisasi terkemuka di wilayah ini menggunakan alat-alat BI dan aplikasi data warehousing.
Oracle adalah vendor paltform BI stand-alone dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang. Menurut sebuah laporan Gartner 15 Januari 2007 baru-baru ini, Oracle mencatat pertumbuhan pendapatan 64,8% di pasar BI stand-alone di Asia Pasifik di tahun 2005, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pasar rata-rata dalam pasar platform BI stand alone adalah 12,1%.

4. Peningkatan penerimaan dan permintaan untuk software sebagai sebuah layanan
Software sebagai sebuah layanan adalah istilah yang menjelaskan generasi berikutnya dari penghantaran, implementasi dan manajemen software. Semakin banyak organisasi di Asia Pasifik menemukan nilai software sebagai sebuah layanan. Organisasi-organisasi ingin orang-orang TI mereka berfokus dalam aktivitas yang memiliki return on investment (ROI) yang bisa diperlihatkan. Dengan melakukan outsourcing elemen-elemen kunci dari operasi TI mereka ke sebuah penyedia layanan yang sudah berpengalaman, usaha-usaha mencapai efisiensi yang lebih besar, mengurangi pengeluaran-pengeluaran TI ke sebuah biaya bulanan yang bisa diperkirakan dan meningkatkan kehandalan, skalabilitas, dan keamanan sistem TI mereka.
Solusi-solusi yang di-host (software sebagai sebuah layanan atau software as a service) telah mendapatkan banyak perhatian di tahun 2006 sebagai salah satu teknologi yang menjanjikan fleksibilitas dengan set-up yang lebih cepat dan biaya implementasi yang lebih rendah, sementara solusi on-premise terus menjadi sebuah pilihan deployment yang penting. Berkembangnya solusi-solusi yang di-host memberikan opsi bagi pelanggan-pelanggan untuk memilih dari kombinasi-kombinasi hybrid dari kedua solusi di-host (SaaS) dan on-premise untuk memenuhi kebutuhan usaha yang spesifik.

Sumber/Oleh : Widia Yurnalis ; sda-indo.com

Trend Baru Fotografi Digital

Kini semakin banyak orang yang tiba-tiba menjadi penggemar memotret. Karena rahasia dunia fotografi, yang dahulu seperti ilmu sihir, dalam waktu hanya beberapa tahun terakhir pelan-pelan sirna.

Selama lebih dari 100 tahun, ilmu memotret ibaratnya rahasia yang hanya diketahui segelintir orang. Mereka harus tahu ukuran bukaan lensa, kecepatan bukaan layar, dan juga kepekaan film. Kini, semua memiliki perangkat fotografi digital, yang hasilnya langsung dapat dilihat.

Analog Tergusur Digital

Terutama di negara maju, pergantian teknologi fotografi dari analog ke digital amat terasa. Kini semakin jarang terjadi transaksi peralatan kamera analog dan film negativ maupun dia-positiv. Bahkan pesawat mobile phone atau telefon seluler generasi baru, hampir semuanya dilengkapi fitur kamera digital dengan resolusi antara satu hingga tiga megapixel. Kamera digital kompak, kini memiliki lebih banyak fitur dan fungsi. Kerapatan gambar dan warnanya, kini kisarannya mencapai lima sampai tujuh mega-pixel, yang berarti ketajaman dan kecemerlangannya telah melewati ketajaman film warna konvensional.

Angka statistik yang ditampilkan di pekan raya fotografi internasional Photokina 2006 di kota Köln, dapat menggambarkan kencangnya trend fotografi digital ini. Di Eropa Barat saja, pada tahun ini telah terjual lebih dari 28 juta unit kamera digital. Pasar global untuk digital imaging ini, yang meliputi kamera dan peralatan pendukung, seperti medium penyimpan data, printer kompak serta pencetakan foto, saat ini mencapai omset sekitar 125 milyar Euro. Angka statistik di Jerman saja menunjukan, pada tahun lalu terjual sekitar tujuh juta unit kamera digital dan dicetak lebih lima milyar foto.

Digital, Lebih Mudah dan Murah

Sekarang, ibaratnya hambatan dalam dunia fotografi, nyaris sudah disingkirkan seluruhnya. Zaman dimana penggemar foto, memotret dengan hati-hati, karena harga film dan ongkos pengembangannya di studio yang cukup mahal, telah lewat. Para pengguna kamera digital, boleh dikatakan dapat memotret sebanyak mungkin obyek, menghapus gambar yang tidak disukai, dan menyimpan gambar yang disenangi dengan mudah dalam komputer atau media penyimpan memory lainnya. Trend ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Hasselblad, Christian Poulsen.

Teknologi Baru

Setelah gelombang kamera digital kompak di tahun-tahun sebelumnya, di arena Photokina tahun 2006 ini, yang digelar dari tanggal 26 September sampai 1 Oktober lalu, trend berikutnya adalah teknologi kamera reflex tunggal SLR digital. Teknologi terbaru, mampu menampilkan kamera SLR Digital yang lebih sempurna. Lensa-lensa baru yang dilengkapi koreksi distorsi gambar, perangkat sensor yang lebih peka cahaya hingga 30 megapixel, serta kartu penyimpan data yang kapasitasnya mencapai 8 gigabyte, merupakan trend yang nampak tahun ini.

Pemain pasar terbesar di bidang kamera SLR Digital ini, tetap produsen kamera terkemuka yang memiliki tradisi fotografi panjang, seperti Nikon, Canon, Olympus, Pentax dan Hasselblad. Selain itu muncul pula Sony yang menggandeng Minolta dan Samsung yang beberapa tahun lalu mengakuisisi Rollei, serta Panasonic yang menggandeng Leica. Kelihatan sekali, yang dibidik adalah segmen yang luas, bukan hanya pengguna profesional.

Perlobaan Resolusi

Yang juga amat menarik, resolusi kamera SLR Digital juga meningkat drastis dibanding Photokina terakhir dua tahun lalu. Ketika itu, di kelas menengah SLR Digital untuk amatir dan semi profesional, kisaran kerapatan titik gambarnya antara 6 sampai 8 megapixel. Sekarang minimal 10 megapixel dan batasan paling tinggi nyaris tidak ada. Hasselblad misalnya menawarkan kamera dengan resolusi hingga 39 megapixel.

Juga jika berbicara resolusi kamera, kebanyakan produsen terkemuka kini lebih menekankan pada perbaikan kualitas gambar. Jadi perlombaan tidak lagi berkaitan dengan berapa puluh megapixel resolusi kamera, akan tetapi lebih jauh lagi, misalnya dengan kemampuan pengaturan gambar pada monitor, koreksi warna, modus pada kecepatan tinggi, modus penyimbang hitam-putih, pengenalan kontur wajah hingga kemudahan rekayasa gambar.

Lensa

Trend lainnya yang muncul dalam Photokina tahun ini, adalah penawaran lensa kamera SLR Digital yang lebih kuat dan peka cahaya. Carl Zeiss misalnya menawarkan tiga produk lensa baru, yang kepekaan cahayanya amat tinggi. Produk baru itu diperuntukan bagi kamera SLR Digital terbaru dari Sony, yakni Alpha 100. Sony juga dengan cerdik memanfaatkan bayonet lensa Minolta autofokus, sehingga pemilik kamera tersebut dirangsang membeli kamera baru Sony. Juga Panasonic menggandeng Leica untuk memanfaatkan lensanya yang terkenal berkualitas tinggi.

Peran Teknologi Pencetakan

Melihat perkembangan teknologi kamera digital itu, dimana secara teknis tidak ada perbedaan, maka pencetakan foto merupakan kunci perbedaannya. Dalam arti, kerapatan megapixel yang tinggi tidak ada artinya, jika teknologi pencetakan foto masih ketinggalan. Hal itu juga diakui oleh Henri Honoris, direktur perencanaan korporat dan pengembangan bisnis PT Modern Photo, satu-satunya perusahaan Indonesia yang hadir di Photokina.

Yang Paling Penting Kreativitas

Juga Christian Poulsen dari Hasselblad menekankan, dalam persaingan global teknologi digital, dimana perbedaan amat minimal, sekarang ini jenis kamera menjadi sekunder. Sebab semua gambar yang diambil, dapat direkayasa sedemikian rupa hingga hasinya juga serupa. Bagi Hasselblad, produsen pembuat kamera profesional paling terkemuka di dunia, memang spektrum persaingannya relatif sempit. Karena jarang produsen kamera lainnya yang menawarkan produk yang setara. Karena itulah, Poulsen menegaskan, dalam dunia fotografi era digital, yang paling menentukan adalah kreativitas para pemotretnya. Baru setelah itu, ketajaman lensa, kejernihan warna dan kapasitas sensor gambar. Jadi trend yang terlihat di Photokina, memang bukan perlombaan meningkatkan pixel, tapi meningkatkan kemudahan operasi serta memperluas kemungkinan kreativitas.

sumber : www2.dw-world.de

Trend Dekstop 2007 

Perkembangan desktop komputer di tahun 2007 semakin pesat. Persaingan antara komunitas opensource yang didukung oleh vendor-vendor terkemuka, dengan Microsoft sebagai vendor sistem operasi yang berpengalaman, serta Apple sebagai vendor MacOS dengan komunitasnya yang fanatik, bakalan tampak semakin seru.

Di tahun 2007 ini, Linux semakin mantap dengan KDE3, Gnome, dengan masing-masing fiturnya, ditambah Berryl untuk tampilan desktop 3D-nya; Kemudian Microsoft mengeluarkan Windows Vista dengan segenap pembaruan pada tampilan 3D-nya, Apple pun menghentak dengan bersiap untuk rilis MacOS Leopardnya.

Bagi pengguna, hal ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan. Desktop sangat terkait dengan performa PC. Semakin canggih desktop yang digunakan menunjukkan semakin tinggi performa PC yang dipakai. Hal ini terbukti dengan melejitnya penjualan PC yang diakibatkan oleh rilisnya desktop-desktop menawan di awal tahun 2007 ini.

sumber :www.majalah-linux.baliwae.com

Rabu, 25-07-2007

Jalur Internet Asing Enggan Mampir di Indonesia

beberapa jalur kabel fiber optik yang berasal dari berbagai negara, ternyata hanya memiliki satu landing point. Kabel fiber optik dari berbagai negara itu selama ini terkesan hanya numpang lewat tanpa mampir.

Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh di sela acara penandatanganan nota kesepahaman antara The Habibie Center, Institut Teknologi Bandung dan Digital Divide Institude dalam mengentaskan masalah kesenjangan digital di Indonesia, yang bertempat di kantor The Habibie Center Jakarta, Selasa petang (24/7/2007).
Nuh mengatakan, ibarat terminal dan bandar udara tidak ada satupun armada bis dan pesawat yang singgah di wilayah Indonesia. Semuanya hanya numpang lewat dan melintas di langit kita tanpa mengambil dan menurunkan penumpang, imbuhnya.

“Hal ini maknanya apa? Yaitu, tak ada transaksi di sini (di wilayah Indonesia-red) karena mereka berfikir kalau nggak ada transaksi untuk apa harus mandek, sebab kalau ada pasti dia nimbrung,” jelas Nuh.

Saat ini, lanjut Nuh, hanya ada satu landing point kabel fiber optik yang memanfaatkan punya Indosat dan Telkom. Sehingga dengan dibangunnya Palapa Ring ini ke depannya Indonesia akan membangun landing point yang baru. “Seperti di Manado nanti akan ada landing point, jadi transaksi informasi yang dekat dengan daerah tersebut seperti dari Filipina bisa transit di Indonesia lalu yang sebelahnya lagi kan bisa ke Malaysia,” tukasnya.

Jadi Palapa Ring tidak hanya untuk di Indonesia saja tetapi dari ring yang dibangun ini, menurut Nuh, kita bisa mempunyai jalan tembus ke tempat lain. Paling tidak, transaksi dari luar negeri atau dari negara tetangga kita bisa mandek dan transit sehingga kita bisa memfungsikan diri sebagai hub.

“Nah taruhlah jika ada orang Malaysia yang mau kirim informasi ke Australia, kan mereka bisa lewat ring kita,” tandasnya. (Detikinet)

sumber : http://www. scriptintermedia.com

Selasa, 12-06-2007

Tahun 2015, Jumlah Komputer Dunia Capai 2 Miliar

Manusia makin tak terpisahkan dengan keberadaan komputer. Indikasinya, menurut prediksi biro penelitian Forrester Research, jumlah penggunaan komputer akan mencapai angka 1 miliar pada akhir tahun 2008. Diperlukan waktu 27 tahun untuk mencapai angka tersebut.

Namun, Forrester memperkirakan hanya akan dibutuhkan waktu lima tahun untuk mencapai 1 miliar berikutnya. Artinya, jumlah penggunaan komputer diprediksi akan mencapai angka 2 miliar pada tahun 2015. Alasan peningkatan ini adalah semakin turunnya harga komputer seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan global.
Angka rata-rata pertumbuhan penggunaan komputer diharapkan mencapai 12 persen tiap tahunnya pada kurun waktu 2003 sampai 2015. Hal ini mungkin terjadi seiring dengan perkembangan pasar-pasar baru. Menurut Forrester, perkembangan ekonomi di Brasil, Rusia, Cina dan India akan mampu menyerap lebih dari 775 juta komputer baru pada tahun 2015.

Peneliti Forrester, Simon Yates, mengatakan pertumbuhan penjualan komputer pada pasar baru tersebut akan sangat berarti bagi industri teknologi. “Industri seperti ini mungkin bisa bertahan hanya dengan menjual hardware dan software kepada mereka yang telah akrab dengan teknologi. Namun pertumbuhan tinggi dari penjualan komputer dan industri terkait berasal dari pasar yang sedang berkembang,” tandasnya seperti dikutip detikInet dari AFP, Selasa (12/6/2007)

Proyeksi ini dimunculkan bersamaan dengan sebuah program yang bertujuan untuk menjual laptop berharga rendah (sekitar USD 100) kepada anak-anak di negara-negara miskin. Intel dan Novatium, perusahaan dari India ambil bagian dalam proyek ini yang memungkinkan harga laptop semakin murah. (Admin)

sumber : http://www. scriptintermedia.com

Sabtu, 21-07-2007

Empat Proyektor ViewSonic Terbaru

Produsen display asal Amerika Serikat (AS), ViewSonic, meluncurkan jajaran proyektor terbaru bagi pengguna di kantor, perjalanan atau di rumah. Yaitu melalui empat proyektor yaitu PJ506D, PJ556D, PJ588D dan PJ358.

Dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (20/7/2007), PJ506D dan PJ556D lebih ditujukan bagi sektor perusahaan. PJ506D memiliki kekuatan 2000 lumen dan resolusi 800×600 SVGA, sementara PJ556D menawarkan resolusi 1024×768 XGA.
PJ588D memiliki kekuatan 3.000 lumen dan rasio kontras 2100:1 dan diklaim mampu menampilkan presentasi animasi lebih detail dan jelas atau video conference call dengan resolusi 1024×768 XGA.

Fitur lainnya meliputi mode Daylight; sensor sinar terintegrasi yang dapat mendeteksi kondisi cahaya dan secara otomatis memperbaiki setting gambar untuk menghasilkan gambar dengan kualitas optimal dalam berbagai setting serta fitur mode Eco untuk memperpanjang daya tahan lampu hingga 4.000 jam.

Model yang terakhir adalah PJ358. Proyektor ini lebih ditargetkan bagi pekerja mobile atau para pebisnis yang mencari proyektor portable serba guna. Proyektor LCD PJ358 memiliki kekuatan 2.200 lumen dan resolusi 1024×768 XGA dan dengan berat kurang dari 4 pound.

PJ358 juga memiliki USB port sehingga pengguna dapat menampilkan gambar dalam format JPG dan M-JPG langsung dari USB dan tanpa harus menggunakan komputer. (admin)

sumber : http://www. scriptintermedia.com
Analisa Tren Malware

Rabu, 29 Agustus 2007

Oleh : Dede Suryadi

Trend Micro Incoporated, perusahaan jaringan antivirus dan konten perangkat lunak keamanan dan jasa-jasa internet, menerbitkan “Laporan Seputar Ancaman di Semester I 2007 dan Prediksi Tren Ancaman di Semester II 2007 dari TrendLabs”.

Laporan ini berisikan hasil analisa tren malware yang memiliki pangaruh dalam pertumbuhan ekonomi dari dunia malware, laporan ini juga menunjukkan bagaimana

serangan malware mengalami perubahan dalam gaya mereka, motivasi, dan sasaran. Masa dari perjangkitan malware secara global telah berakhir.

Serangan malware dewasa ini berusaha untuk tak terdeteksi dan kini sering mengincar para pengguna dalam wilayah yang spesifik, negara atau grup. Serangan-serangan baru ini sering di luar dari campuran serangan dan sifat dari malware yang sebelumnya. Serangan ini menggunakan kombinasi malware, setiap serangan memiliki peran dalam

mengantar muatan ancaman.

Pada semester pertama di tahun 2007, TrendLabs mendeteksi beberapa contoh mengenai perubahan landscape ancaman berevolusi, termasuk “badai” pada awal tahun dan ancaman “Italian Job” yang baru Juni lalu terjadi.

Laporan Seputar Ancaman di Semester I 2007 dan Prediksi Tren Ancaman di Semester II 2007 dari TrendLabs ini menguji ancaman-ancaman yang meliputi kategori: infrastructure vulnerabilities: ancaman-ancaman yang berasal dari kelemahan keamanan pada aplikasi-aplikasi, arsitektur jaringan atau sistem operasi; ancaman-ancaman berdampak tinggi: ancaman-ancaman yang memiliki kapasitas tinggi dalam menyebabkan kerusakan dalam skala lokal. Contoh dari ancaman ini termasuk perjangkitan global dan serangan tertarget.

Lalu, ancaman yang berbasis konten: ancaman-ancaman yang dikirim ke calon korban sebagai bagian dari konten. Contohnya phishing atau spam; ancaman berbasis proses: ancaman-ancaman yang berbentuk aplikasi yang dapat dieksekusi yang ada di dalam komputer korban. Contoh dari ancaman tersebut adalah malware, spyware dan adware; serta ancaman tersebar: ancaman-ancaman seperti bots, di mana korban dari ancaman ini digunakan untuk menjangkiti korban lainnya.

sumber : www.scriptintermedia.com

Komunikasi Komprehensif

Kamis, 30 Agustus 2007

Oleh : A. Mohammad BS

Pada acara Unified Communications Summit 2007, Cisco Indonesia memperkenalkan sistem komunikasi komprehensif untuk suara, video dan data, yakni Cisco Unified Comunications System (CUCS) 6.0. Solusi itu juga sekaligus berkemampuan untuk berintegrasi dengan aplikasi lainnya untuk penunjang produktivitas kerja bagi segala skala perusahaan.

“Cisco terus berinovasi untuk menekankan bahwa jaringan adalah platform dari segala tipe komunikasi, sampai terus berkembang menjadi Unified Communcations. Dalam ajang ini, Cisco mendemonstrasikan arti baru dari komunikasi sekaligus peningkatan produktivitas yang memberikan peluang-peluang baru bagi pelaku bisnis,” kata Irfan Setiaputra, managing director Cisco Systems Indonesia.

Menurut Irfan CUCS 6.0 yang diluncurkan di Indonesia melalui ajang ini, dirancang untuk memenuhi standarisasi dunia sehingga perusahaan dapat menyesuaikan teknologi komunikasi dengan mudah guna memenuhi kebutuhan bisnis. Solusi ini dapat berintegrasi mulus dengan business desktop tools sehingga selain meningkatkan pengalaman berkomunikasi, juga mampu meningkatkan produktivitas.

Kemampuan mobilitas CUCS 6.0 diperkuat Cisco Unified Mobile Communicator yang memungkinkan akses dengan sistem komunikasi perusahaan dari perangkat mobile dengan antarmuka grafis yang intuitif. Komponen utama lainnya adalah Cisco Unified Wireless IP Phone 7921G yang meningkatkan kualitas komunikasi Voice over Wireless LAN bagi perusahaan yang telah mendukung penuh standar 802.11 a/b/g.

Untuk perusahaan skala SMB Cisco menyediakan Cisco Unified Communications Manager Business Edition yang mengkombinasikan berbagai kemampuan seperti Cisco Unified Communications Manager 6.0, Cisco Unified Mobility, Cisco Unity Connection 2.0 integrated messaging. Paket ini juga berfungsi sebagai pondasi untuk kemampuan Unified Communications yang lebih canggih seperti Cisco Unified MeetingPlace and Cisco Unified IP Contact Center. CUCS 6.0 juga memperluas kemampuan kolaborasi dengan membenamkan kemampuan Adobe Flash-based Web conferencing ke dalam Cisco Unified MeetingPlace 6.0.

sumber : www.scriptintermedia.com

One response

  1. tugas sudah saya terima…

    blog-nya sudah sangat bagus….good job….
    mungkin untuk kedepannya bisa ditambahkan gambar agar lebih menarik….
    keep working ya…

    regards,
    rengga asmara
    blog : http://supergareng.wordpress.com
    FS : super_rengga@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: