trend sistem informasi

MANAJEMEN DATABASE

Tulisan ini di ambil dari Tugas matakuliah Manajemen database, merupakan tugas individual, ini di Upload dengan maksud menjadi bahan bacaan.. terima kasih …..1. Sistem Manajemen basis data merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan dan berlangsungnya Sistem Informasi Kesehatan yang bebasis komputer. Pengembangan Sistem manajemen basis data tidak hanya melibatkab aspek teknis tetapi juga harus didukung oleh kekuatan konsep yang mendasarinya. Jika anda akan mengembangkan database di organisasi pelayanan kesehatan, Konsep apa yang anda tawarkan, sebelum dibahas secara rinci aspek teknisnya ?

Data yang terorganisir dengan baik dapat menghasilkan Informasi, pengorganisasian data untuk mencegah terjadinya duplikasi yang tidak diperlukan. Data yang terorganisasi dan saling berkaitan antara satu sama lainnya merupakan Basis data (database). Sedangkan untuk mengelola dan mengorganisasikan database yang dibangun dalam suatu Sistem dibutuhkan suatu pengelolaan database yang di sebut dengan sistem manajemen basis data (Database management system – DBMS).

DBMS merupakan sofware yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data secara bersama.

Database telah mengalami perkembangan sejalan dengan penelitian-penelitian para ahli, ada beberapa model database :
Hierarchical database

Adalah merupakan kumpulan record yang dihubungkan satu sama lain yang membentuk struktur pohon
Network Database

Database yang terbentuk dari sekumpulan record yang membentuk relasi dalam bentuk ring
Relational Database

Berisi kumpulan tabel, dimana setiap tabel mempunyai nama dan struktur yang unik. Dalam setiap tabel, masing-masing record data diorganisasikan dalam struktur yang sama dan memiliki field kunci yang akan menjadi penghubung antara satu dengan lainnya

Web Warehause

Data warehouse (gudang data) merupakan sebuah database dengan peralatan pembuatan laporan dan query yang menyimpan data kini dan data historis secara terpusat,biasanya digunakan untuk menyajikan laporan dan melakukan analisis guna mendukung pengambilan keputusan manajerial.

Pengembangan database di Pelayanan Kesehatan umumnya untuk membantu mempermudah pengambilan keputusan maka (untuk tugas ini di pilih Pengembangan Database Program Gizi di Puskesmas) konsep yang dipakai mengabungkan model database Relational dan Database Warehouse.

2. Pada dasarnya sistem manajemen basis data berfungsi untuk mengatur dan mengelola kumpulan data secara sistematik dan terstruktur. Melanjutkan kegiatan nomer satu diatas, apa langkah-langkah anda agar database tersebut memenuhi ketentuan tersebut? Berikan contoh beberapa tabel serta hubungan antar tabelnya.

Langkah-langkah yang harus di penuhi dalam perancangan database adalah sebagai berikut :

a. Studi Kelayakan

Dalam merancang database studi kelayakan adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga dapat diterapkan dalam sebuah basisdata. Studi kelayakan akan menghasilkan data mentah dalam pembuatan basisdata. Dalam studi kelayakan ini digunakan untuk menginventaris kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar tidak menggangu proses pengembangan sistem yang telah direncanakan.

Sesuai dengan database yang dikembangankan pada soal nomor satu yaitu Pengembangan database Program Perbaikan Gizi pada Puskesmas maka pada langkah ini informasi yang akan perlu diketahui adalah sebagai berikut :

– Data-data apa saja yang dikumpulkan dan diolah yang berhubungan dengan program gizi

– Masalah apa yang ditemui dalam pengolahan data

– Apakah di Program Gizi mempunyai Komputer

– Dalam pengolahan data sekarang sudah menggunakan software.

b. Rencana Pendahuluan.

Langkah ini merupakan langkah yang menentukan lingkup sistem yang diakan di bangun. Pada tahap ini akan dibuat diagram alir data yaitu DFD (Data Flow Diagram). Bentuk DFD digunakan untuk mendokumentasikan proses berjalannya sistem yang sedang dibangun, termasuk entitas sumber-sumber masukan dan hasilnya atau keluaran. Fungsi DFD untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukan dari dan dan kemana data mengalir serta penyimpanannya.

Kamis, 2007 September 20
Trend Sistem Informasi Industri Perbankan

Trend Produk

Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1.Tabungan
2.Deposito
3.Giro
4.Kartu Debit
5.Kartu Kredit
6.Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)

Trend Transaksi

Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.

Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.

Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
Mengecek saldo
Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
Pembukaan dan pengecekan L/C

Layanan On Line Banking

Seperti ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi bisnis dan kegiatan non-bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.

Dipicu oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan On-line banking.

Saat ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis on-line seperti:

Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne, BankNow)
Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.

Kesemua software bantuan tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang dimiliki oleh setiap Bank.

Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.

Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman, kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.

Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.

Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan

A. Internet

Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.

Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.

B. Intranet

Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).

C. Extranet

Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.

D. World Wide Web (www)

Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.

Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.

E. e- commerce

Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.

Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:

1. Business to Business

2. Business to Customers

Agar keduabelah pihak dapat bertransaksi secara langsung, terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:

1. Interactive order entry and processing

Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)

2. On-line payment

Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment).

Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.

F. e- retail

Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.

Umumnya kegiatan e-retail meliputi:

a. Pengembangan model bisnis

b. Disain situs WEB

c. Pengembangan dan manajemen kontent

d. Kemitraan dan aliansi

e. Akusisi pelanggan

f. Desain rantai persediaan

g. Model pemenuhan pelanggan (e-fulfillment)

h. Rencana skalabilitas

i. Integrasi dan eksekusi balik layar (back end)

j. Cara mempertahankan pelanggan

k. Ekonomi jangka panjang

Beberapa hal perbedaan e-retail dengan retail konvensional :
Kecepatan menanggapi: Lebih cepat menerima dan memproses pesanan.
Akses pelanggan terhadap informasi: Semakin ekstensif dan selalu up-to-date
Area jual beli yang selalu berubah: pperkenalkan produk baru berdasarkan permintaan konsumen, bukan siklus perkembangan produk
Kemantapan eksekusi: selain kesediaan produk dan kemudahan pembayaran, konsumen juga menuntut kecepatan pengiriman produk.

Ada 5 (lima) kunci pokok untuk mencapai sinkronisasi supply chain, yaitu:
Kesempurnaan operasional: Perencanaan pengantaran dan menerapkan konsekuensi perubahan atas upaya mengimplementasi kerangak peningkatan kinerja.
Terobosan dengan memanfaatkan web, untuk pengurangan berlipat ganda biaya dari tiap proses.
Menciptakan kerjasama baru
Mengolola kompleksitas dalam waktu seketika
Mengoptimalisasi hal-hal tak terduga

Tercapainya kelima kekuatan diatas akan sangat membantu dalam mengimplementasikan strategi rantai persediaan, antara lain menyegmentasi berdasarkan kebutuhan pelanggan dan merencanakan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jaringan logistik agar mencapai kesempurnaan e-retailing.

G. e- government

Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.

H. e- resourches

Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.

Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.

I. LAN –sharing

Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.

J. Portal

Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)

Kesepuluh inovasi teknologi telematika di atas merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pola bisnis dan persaingan.

Perusahaan-perusahaan yang adaptif dalam memanfaatkan kesepuluh teknologi di atas bukan hanya mencapai efisiensi usaha, namun juga mendapatkan banyak manfaat dalam menata ulang usaha dan menyusun skenario pertumbuhannya, sampai dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk membangun berbagai keunggulan dalam memenangkan persaingan yang cenderung semakin terbuka dan meng-global.

Tabel di bawah menunjukkan bagaimana kerangka rumusan solusi yang langsung berpengaruh terhadap pola bisnis dan implementasi solusi bagi perusahaan.

Rabu, 2007 September 19
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Sejarah pengembangan GIS

35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.
Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.
Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS – SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI – Canadian land Inventory) – sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.

Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional

Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional

Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pewujudan masyarakat yang maju dan sejahtera. Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan.

Salah satu paradigma baru itu adalah perihal perencanaan pembangunan daerah. Mulai tahun 2001, seiring dengan pemberlakuan UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999, maka perencanaan pembangunan daerah telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Dan dengan terbitnya UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan; menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah; menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kiat di balik desentralisasi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat, partisipasi dalam perencanaan pembangunan, dan pencapaian akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.

Telah banyak dikembangkan sistem informasi yang berbasis data perencanaan pembangunan, yang beroperasi baik di pusat maupun di daerah. Akan tetapi, harus diakui bahwa pada umumnya sistem informasi yang telah dikembangkan itu hanya menyangkut aspek tertentu dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri (Simdagri) dan SIM Daerah (Simda), yang penerapan pengelolaannya di daerah dilakukan oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) di daerah. Contoh lain adalah yang berkaitan dengan aspek ruang, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG), yang dikembangkan melalui proyek berbantuan luar negeri Land Resources Evaluation and Planning (LREP) dan Marine Resources Evaluation and Planning (MREP); atau sistem informasi yang menyangkut aspek lingkungan, seperti Neraca Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD) serta Neraca Sumber Daya Alam dan Spasial Daerah (NSASD) di setiap daerah.

Dengan adanya Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional (Simrenas) ini, diharapkan dapat menata berbagai aspek data perencanaan pembangunan secara terintegrasi dan komprehensif, baik dalam hal struktur, jenis maupun format data untuk perencanaan pembangunan.
Sistem Informasi Perhitungan Statistik Kelautan Perikanan

STATISTIK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Dalam menyebarluaskan data statistik kelautan dan perikanan, maka sejak tahun 2006, PUSDATIN menerbitkan buku “STATISTIK KELAUTAN DAN PERIKANAN” yang diterbitkan setiap tahun. Selain dalam bentuk hardcopy (buku), data tersebut juga dapat diperoleh dalam bentuk softcopy yang dapat didownload melalui situs ini. Publikasi ini menyajikan statistik kelautan dan perikanan yang meliputi perikanan tangkap; perikanan budidaya; pengolahan dan pemasaran hasil perikanan; kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil; pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan; SDM kelautan dan perikanan; riset kelautan dan perikanan; statistik perikanan dunia; dan statistik lainnya. Seluruh data yang disajikan dalam buku Statistik Kelautan dan Perikanan bersumber dari produk administrasi dari setiap unit kerja pada Departemen Kelautan dan Perikanan yaitu Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal dan Badan, juga berasal dari instansi lain terkait dengan kelautan dan perikanan yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan serta intansi terkait lainnya.

Sistem Informasi Perhitungan Statistik (SIMPATIK) merupakan perangkat lunak berbasis web yang bertugas dalam menginventarisir perhitungan yang berhubungan dengan data kelautan dan perikanan. Hal tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang telah ada dan tersebar di seluruh unit kerja lingkup DKP, serta menyusun data-data baru yang diperlukan secara bersama-sama dengan unit kerja lainnya baik intern DKP termasuk Dinas Propinsi dan Kabupaten/Kota yang membidangi kelautan dan perikanan, maupun dengan lembaga-lembaga lainnya baik lembaga pemerintah maupun swasta dan mitra kerja lainnya.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Ekonomi dunia pada dua ratus tahun yang lalu masih bersifat agraris, ciri dari ekonomi agraris adalah tanah merupakan faktor ekonomi yang paling dominan. Era agraris ini berakhir dengan ditemukannya mesin uap yang menyebabkan terjadinya revolusi industri. Kembali dunia memasuki era baru yaitu era industri, yang menjadi ciri dari era industri ini adalah modal sebagai faktor ekonomi yang paling dominan. Pada akhir abad yang lalu kembali dunia memasuki era yang baru yang biasa disebut era informasi, disini faktor ekonomi yang paling dominan berbasis pada pengetahuan dan berfokus pada informasi, dengan menguasai informasi maka organisasi akan bertahan dan berkembang di era ini.

Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.

Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.

Di bidang kesehatan terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong ‘Indonesia Sehat 2010’.
ERP Sebagai trend teknologi sistem informasi

Dari semua pengembangan teknologi sistem informasi dewasa ini, satu sistem informasi yang didesain untukmendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan adalah Enterprise Resource Planning atau ERP. ERPadalah paket software yang memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhanaktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut.Software ERP adalah salah satu sistem informasi yang tercanggih dan juga termahal yang bisa didapatkan padaawal abad 21 ini. Untuk dapat mengadopsi teknologi ERP, suatu perusahaan tidak jarang harus menyediakandana hingga milyaran rupiah. Dana sebesar itu harus disediakan untuk investasi paket software ERP,hardware berupa server dan desktop, database dan operating system software, high performance network,hingga biaya konsultasi untuk implementasi. Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar,banyak perusahaan di dunia –termasuk Indonesia– seperti berlomba-lomba untuk mengadopsi sisteminformasi ini. Hal ini karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan returnterhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat. Karena ERP menangani seluruh aktivitas dalam organisasi, ERP membawa budaya kerja baru danintegrasi dalam organisasi. ERP mengambil alih tugas rutin dari personel –dari tingkat operator hinggamanajer fungsional– sehingga memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia perusahaan untukberkonsentrasi dalam penanganan masalah yang kritis dan berdampak jangka panjang. ERP juga membawa dampakcost efficiency yang signifikan dengan adanya integrasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadapperformance organisasi. Pendeknya, ERP bukan hanya suatu software semata, namun suatu solusi terhadappermasalahan informasi dalam organisasi.Enterprise Resource Planning (ERP)Enterprise Resource Planning (ERP) dapatdidefinisikan sebagai software information systemberbasis komputer yang dirancang untuk mengolah danmemanipulasi suatu transaksi di dalam organisasi danmenyediakan fasilitas perencanaan, produksi danpelayanan konsumen yang real-time dan terintegrasi.(O’Leary, 2000)Secara khusus, sistem ERP dapat dikatakan mempunyaikarakteristik sebagai berikut (O’Leary, 2000):· Dirancang sebagai software bertipe client-server,baik secara tradisional maupun berbasis web· Mengintegrasikan sebagian besar atau mayoritasproses bisnis dalam organisasi· Mempunyai kemampuan untuk mengolah sebagian besartransaksi yang terjadi dalam perusahaan· Menggunakan enterprise-wide database yang merekamsetiap data sebanyak satu kali· Data dapat diakses secara real-time· Mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikanperencanaan dan eksekusi transaksi Karakteristik yang juga dimiliki oleh sebagiansoftware ERP adalah:· Mendukung sistem informasi dalam multi-kurs danmulti bahasa· Mempunyai solusi spesifik untuk suatu industri· Dapat dicustomisasi tanpa merubah bahasa programJacobs dan Whybark (2000) secara singkatmendeskripsikan ERP sebagai pengintegrasian seluruhresources di dalam organisasi (enterprise) dari sudutpandang informasi.Beberapa macam paket software ERP (of the shelf) yangpopuler di pasaran di antaranya (Akerkar, 2002) :· BaaN· MFG/PRO· Marshal· MAMIS· JD Edwards· Oracle· SAP Keistimewaan ERP dibandingkan teknologi sisteminformasi lainnya terletak pada sifatnya yangterintegrasi, sehingga ERP mampu mengatasi banyakpermasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Misalnya,manajemen material, masalah pengendalian mutu,produktivitas karyawan, pelayanan pelanggan, manajemen \nkas, masalah inventori, dan lain-lain.\t\n\tERP system memberikan kepada organisasi penggunanya\nsuatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi\ndengan aktivitas di unit lain dalam organisasi,\ncontohnya integrasi antara produksi dengan sumber daya\nmanusia. Dengan mengimplementasikan proses bisnis\nstandar perusahaan dan database tunggal (single\ndatabase) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan\nlokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan\nintegrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut.\nSebagai hasilnya, ERP system dapat mendorong ke arah\nkemampuan decision-making yang lebih baik dengan\nparameter yang terukur secara kuantitatif, seperti\nmisalnya penurunan inventory level, pengurangan\npersonel, percepatan pengolahan laporan keuangan, dan\nlain-lain. (O’Leary, 2000)\n\tKeunggulan ERP yang biasanya dijadikan alasan bagi\nperusahaan untuk mengimplementasikan ERP dalam sistem\ninformasinya adalah (O’Leary, 2000):\n·\tERP mengitegrasikan aktivitas perusahaan\n\tPemrosesan data di dalam ERP system terjadi secara\ncross-functional dengan data yang terhimpun dalam satu\nsistem sehingga menyebabkan hilangnya batas antar unit\natau lokasi dalam organisasi\n·\tERP memberikan kesempatan untuk mengadopsi best\npractice\n\tPaket software standard ERP terdiri dari ribuan atau\nbahkan lebih best practice dari proses bisnis yang\ndapat meningkatkan performance dan produktivitas\nperusahaan bila diimplementasikan\n·\tERP memberikan kemampuan standarisasi dalam \norganisasi\n\tStandarisasi yang dimaksud adalah penyamaan proses\nbisnis di lokasi-lokasi yang berbeda di dalam satu\nperusahaan untuk kepentingan efisiensi dan konsistensi\nimage terhadap konsumen\n·\tERP menghindarkan terjadinya information asymetry\n\tKarena ERP menggunakan single database, maka akan\nmenghindarkan terjadinya monopoli informasi di suatu\nunit organisasi, meningkatkan kemampuan kontrol,\nmeningkatkan kemampuan decision-making dan”,1] ); //–>kas, masalah inventori, dan lain-lain. ERP system memberikan kepada organisasi penggunanyasuatu model pengolahan transaksi yang terintegrasidengan aktivitas di unit lain dalam organisasi,contohnya integrasi antara produksi dengan sumber dayamanusia. Dengan mengimplementasikan proses bisnisstandar perusahaan dan database tunggal (singledatabase) yang mencakup keseluruhan aktivitas danlokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakanintegrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut.Sebagai hasilnya, ERP system dapat mendorong ke arahkemampuan decision-making yang lebih baik denganparameter yang terukur secara kuantitatif, sepertimisalnya penurunan inventory level, penguranganpersonel, percepatan pengolahan laporan keuangan, danlain-lain. (O’Leary, 2000)Keunggulan ERP yang biasanya dijadikan alasan bagiperusahaan untuk mengimplementasikan ERP dalam sisteminformasinya adalah (O’Leary, 2000):· ERP mengitegrasikan aktivitas perusahaanPemrosesan data di dalam ERP system terjadi secaracross-functional dengan data yang terhimpun dalam satusistem sehingga menyebabkan hilangnya batas antar unitatau lokasi dalam organisasi· ERP memberikan kesempatan untuk mengadopsi bestpracticePaket software standard ERP terdiri dari ribuan ataubahkan lebih best practice dari proses bisnis yangdapat meningkatkan performance dan produktivitasperusahaan bila diimplementasikan· ERP memberikan kemampuan standarisasi dalam organisasiStandarisasi yang dimaksud adalah penyamaan prosesbisnis di lokasi-lokasi yang berbeda di dalam satuperusahaan untuk kepentingan efisiensi dan konsistensiimage terhadap konsumen· ERP menghindarkan terjadinya information asymetryKarena ERP menggunakan single database, maka akanmenghindarkan terjadinya monopoli informasi di suatuunit organisasi, meningkatkan kemampuan kontrol,meningkatkan kemampuan decision-making dan \nmenghindarkan pekerjaan yang sia-sia dalam penyiapan\ninformasi atau input data di lebih dari satu tempat\n·\tERP menyediakan informasi secara real-time dan\non-line\n\tDimungkinkan dengan terhubungnya semua end-user\nperusahaan dalam satu sistem informasi secara on-line\n·\tERP memberikan keleluasaan untuk mengakses data\nperencanaan dan controlling secara simultan\n\tDengan penggunaan single database, semua user dalam\norganisasi dapat mengakses suatu data secara simultan,\nmemberikan kemampuan perencanaan dan controlling\nyanglebih konsisten\n·\tERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi\ndi dalam satu perusahaan\n\tERP memberikan kemampuan kepada user dari berbagai\nfungsi dan lokasi dalam organisasi untuk berkomunikasi\ndan kolaborasi dengan adanya proses yang saling\nberhubungan. Adanya proses yang standar juga\nmengurangi potensi konflik.\n·\tERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi\nantar perusahaan\n\tTrend bisnis modern saat ini adalah untuk\nmengintegrasikan database organisasi kepada organisasi\npartner untuk kepentingan procurement atau yang lain.\nUntuk mendukung keperluan tersebut, diperlukan single\nrepository (data storage) bagi seluruh organisasi yang\nterlibat, dan kemampuan ini dimiliki oleh ERP.\n\nMSY\nhttp://www.ipoms.or.id\n\n__________________________________________________\nDo You Yahoo!?\nTired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around \nhttp://mail.yahoo.com \n\n\n \n\n \n __._,_.___\n \n \n \n “,1] ); //–>menghindarkan pekerjaan yang sia-sia dalam penyiapaninformasi atau input data di lebih dari satu tempat· ERP menyediakan informasi secara real-time danon-lineDimungkinkan dengan terhubungnya semua end-userperusahaan dalam satu sistem informasi secara on-line· ERP memberikan keleluasaan untuk mengakses dataperencanaan dan controlling secara simultanDengan penggunaan single database, semua user dalamorganisasi dapat mengakses suatu data secara simultan,memberikan kemampuan perencanaan dan controllingyanglebih konsisten· ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasidi dalam satu perusahaanERP memberikan kemampuan kepada user dari berbagaifungsi dan lokasi dalam organisasi untuk berkomunikasidan kolaborasi dengan adanya proses yang salingberhubungan. Adanya proses yang standar jugamengurangi potensi konflik.· ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasiantar perusahaanTrend bisnis modern saat ini adalah untukmengintegrasikan database organisasi kepada organisasipartner untuk kepentingan procurement atau yang lain.Untuk mendukung keperluan tersebut, diperlukan singlerepository (data storage) bagi seluruh organisasi yangterlibat, dan kemampuan ini dimiliki oleh ERP

http://www.ipoms.or.id

Sistem GPS

Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.

Kegunaan

MiliterGPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.

GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sistem Informasi GeografisUntuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

Pelacak_kendaraanKegunaan lain GPS adalah sebagai Pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

Pemantau gempaBahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tekton

SISTEM INFORMASI KASIR MANAJEMEN RITEL  

(Retail Point Of Sales Management Software)

APLIKASI KOMPUTER UNTUK RITEL (AKUR)

Retail Tanpa Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pengelolaan informasi Retail biasanya dikerjakan secara manual. Tanpa penggunaan SIM, maka pendataan transaksi jual beli dan inventori Retail dicatat dalam buku.

Kelemahan – kelemahan yang dapat ditemukan dalam kasus ini ialah :
Membutuhkan waktu lebih lama dalam melayani transaksi pembayaran, karena harus dihitung secara manual atau dengan kalkulator.
Memerlukan waktu untuk memantau inventori stok obat yang ada (stock opname).
Memerlukan waktu dalam pembuatan laporan – laporan, karena karyawan harus membuka kembali data-data yang ada, sehingga pekerjaan menjadi kurang efektif.
Kemungkinan adanya data – data yang hilan gkarena tidak / lupa tercatat.

Retail Dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

SIM Retail (Retail Software / Software Ritel / Perangkat Lunak Untuk Ritel) dibuat untuk menangani bagian point of sales kasir dan inventori dari suatu Retail, yaitu dengan cara menyediakan kemampuan untuk menangani transaksi beli dan jual yang dibayar tunai ataupun kredit. Juga untuk menyajikan laporan laporan sehingga keputusan yang diambil manajer lebih tepat sasaran.

Sistem aplikasi ini dirancang untuk digunakan secara mudah baik dengan keyboard dan mouse atau dengan barcode scanner sebagai alat memasukkan data. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. Laporan yang disediakan ada dua macam yaitu laporan standar yang terdiri dari 19 macam dan laporan statistik dan analisa trend yang terdiri dari 4 macam. Dengan banyaknya laporan yang disediakan, maka akan cukup untuk memenuhi lingkup proses di Retail. Masing masing tipe laporan tersebut bisa dihasilkan dengan rentang waktu yang flexible yang bisa ditentukan sendiri, sehingga memudahkan untuk pengamatan hasil kerja atau berjalannya manajemen dari Retail.

Kelebihan – kelebihan (lebih detail ada dibagian bawah) yang diperoleh Retail dengan menggunakan SIM ini adalah :
membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam melayani transaksi pembayaran, karena SIM atau mesin kasir dapat menghitung secara automatis
Pemantauan arus kas, inventori / stok produk yang ada dapat dilakukan secara cepat
Pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, misalnya pemilihan produk / obat obat mana saja yang lebih diperbanyak karena dengan menggunakan laporan statistik, bisa diketahui produk / obat obat mana saja yang paling diminati masyarakat (paling laris).

Informasi Detail Mengenai :
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
RETAIL

Penggunaan Applikasi :
Aliran proses dari penggunaan SIM Retail ini adalah, pengisian data, melakukan transaksi kemudian pembuatan laporan dan analisa statistik produk. Hak Akses untuk applikasi bisa dibatasi dari menu sekuriti, sehingga sebagai misal tidak sembarang orang bisa melakukan transaksi penjualan, pembuatan laporan dan lain lain. Semua aktivitas dari setiap pengguna dalam pemakaian applikasi ini tercatat secara rinci mendetail, dan hanya bisa dilihat oleh pengguna dengan hak administrator sehingga penyalahgunaan applikasi bisa di minimalisir.

Manajemen Data :
Data data yang bisa di dimasukkan ke dalam sistem dan kemudian di pergunakan untuk mendukung kerja aplikasi adalah data Kategori Produk, data Supplier, data Produk, data Paket / Parcel, data Produk Alternatif dan data Pelanggan. Data data diatas harus diisi terlebih dahulu supaya transaksi bisa dilakukan dengan benar dan laporan bisa dibuat dengan baik

Manajemen Transaksi :
Transaksi ada 2 macam yaitu Penjualan dan Pembelian. Tipe transaksi Penjualan terdiri dari 2 macam yaitu :
1. Penjualan Tunai , untuk pelayanan dengan pembayaran secara cash (bisa uang tunai maupun kartu kredit dan cara bayar lainnya)
2. Penjualan Kredit, untuk pelayanan kepada pelanggan yang pembayarannya bisa dikredit atau dibayar belakangan.

Tipe transaksi Pembelian juga terdiri dari 2 macam yaitu Pembelian Tunai dan Pembelian Kredit, Dari Penjualan dan Pembelian Secara kredit maka tentunya akan ada piutang maupun hutang, penanganan masalah piutang dan hutang yang dicicil maupun dilunasi diatur oleh fungsi manajemen piutang dan hutang.

Entri saat transaksi Penjualan maupun Pembelian, saat harus mengisikan kode produk bisa dilakukan dengan barcode scanner untuk memudahkannya, bisa juga dengan keyboard memilih daftar produk yang tersedia. Saat Transaksi jual akan ada option untuk memilih apakah akan mencetak bon atau tidak, seandainya tidak tercetak tapi ternyata dibutuhkan oleh client, maka bon bisa dicetak dengan utility re-print, sehingga bon bisa dicetak kapan saja.

Selain transaksi normal diatas, disediakan juga menu transaksi retur, baik untuk penjualan maupun pembelian. , serta modul pemesanan yang akan membuat surat pesanan, dari pesanan ini bisa dirubah menjadi pembelian, saat pesanan tersebut tiba.

Laporan :
Laporan ada 2 macam yaitu Laporan Standar dan Statistik / Analisa Trend,
Laporan Standar terdiri dari 22 macam laporan yaitu
1. Arus Kas,
2. Penjualan Tunai,
3. Penjualan Kredit,
4. Penjualan per Kategori,
5. Pembelian Tunai,
6. Pembelian Kredit,
7. Keuntungan,
8. Hutang,
9. Piutang,
10. Penerimaan Non Tunai,
11. Stok Reorder,
12. Stok Opname,
13. Produk Kadaluarsa,
14. Data Kategori,
15. Data Supplier,
16. Data Produk,
17. Data Paket / Parcel,
18. Data Produk Alternatif,
19. Data Pelanggan
20. Retur Penjualan
21. Retur Pembelian
22. Data Nilai Produk

Laporan laporan diatas bisa dibuat berdasar rentang waktu yang flexible yaitu hari ini, antara 2 tanggal atau keseluruhan data yang ada di buat laporannya.

Laporan Statistik digunakan untuk mengamati pada periode periode yang dipilih, produk produk mana saja yang jumlah jual atau keuntungannya yang paling baik, sehingga keputusan yang tidak merugikan untuk pengadaan suatu produk bisa dilakukan dengan mempertimbangkan minat masyarakat terhadap produk berdasarkan statistik yang dihasilkan tersebut, Sedangkan Analisa Trend digunakan untuk mengamati naik turunnya jumlah atau keuntungan dari setiap produk berdasar rentang waktu yang dipilih, baik secara per minggu (pengamatan per hari), per bulan (pengamatan tiap 10 hari ) dan per tahun (pengamatan per kuartal atau per bulan)

Tools :
Disini adalah fitur fitur dari aplikasi untuk melihat aktivitas yang dikerjakan pada aplikasi ini atau untuk memaintenance aplikasi diantaranya adalah : Sekuriti (untuk memberi hak akses kepada pengguna, apakah dia hanya bisa menangani transaksi penjualan saja, pembelian saja, apakah bisa membuat laporan dll), Options (menu untuk setting aplikasi, misal nomer transaksi berikutnya, alamat retail, persentase PPn dll), Aktivitas Pengguna yaitu History login (pencatatan tanggal dan jam pemakaian aplikasi oleh setiap pengguna), History Pembelian, History Penjualan, Histori Mendetail mengenai Keluar Masuk Barang dan History Penghapusan Transaksi, Stok Opname (penyesuaian jumlah produk yang dicatat dalam sistem dengan jumlah sebenarnya, baik penambahan maupun pengurangan), Stok Reorder (informasi mengenai produk produk mana saja yang harus di order ulang)

Sistem yang digunakan :
Aplikasi SIM ini dibuat dengan sistem multi client, sehingga bisa digunakan oleh retail dengan satu kasir maupun banyak, kemampuan lainnya adalah :
pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem Retail bisa dilakukan di lebih dari 1 komputer, dan komputer komputer ini terhubungan dengan jaringan ethernet
database yang digunakan adalah database Microsoft SQL Server dengan kapasitas maksimum sangat besar hampir tidak terbatas sesuai kemampuan operating system

Kebutuhan Software :
Aplikasi ini membutuhkan sistem operasi yang berbasis windows dengan minimal sistem operasi Untuk aplikasi adalah Windows 98, sedangkan untuk database nya minimal harus menggunakan sistem operasi Windows 2000. Sehingga bila database dan aplikasi hendak disatukan didalam sebuah komputer, maka sistem operasi minimal adalah windows 2000, tapi bila digunakan dalam suatu jaringan yang terpisah, maka, aplikasi dan server database bisa dipasang pada komputer dengan sistem operasi minimal diatas. Monitor yang digunakan adalah flexibel, tapi minimal sebaiknya harus mampu berada dalam resolusi 800×600 pixel

Kebutuhan Hardware :
Secara mendasar, aplikasi ini akan berjalan pada konfigurasi hardware komputer yang bisa mendukung sistem operasi diatas. Semakin cepat konfigurasi hardware komputer, maka semakin cepat pula aplikasi ini dapat berjalan. Printer yang sudah di tes berjalan dengan baik adalah printer Epson LX-300 dan LX-800. Khusus untuk pemasangan aplikasi dan database yang terpisah maka komputer harus dilengkapi network card agar bisa membentuk jaringan dengan komputer lainnya.

Screen Capture:
Link keseluruhan Tampilan tampilan dari aplikasi bisa dilihat dengan permintaan kepada kami di me@aespesoft.com, untuk sebagian tampilan bisa diakses disini.

Harga :

Contact Untuk Pembelian / Pertanyaan :
agungsp2000@yahoo.com (mohon baca note)
Alhamdulillah, Aplikasi yang saya develop sudah cukup matang (> 3 tahun) dan sampai saat ini belum ada laporan error dari klien saya, jadi walaupun tidak dihandel full day oleh saya, Insya Allah Aplikasi sudah stabil dan dilengkapi dengan file help yang cukup detil (kurang lebih 100 topik)

CD Demo dan Pembayaran :

CD demo akan dikirimkan setelah mengirimkan down payment sebesar Rp 100.000,00 aplikasi dalam cd demo ini berfungsi penuh (kecuali mencetak) selama 2 minggu, setelah itu aplikasi tidak bisa berjalan lagi.

Setelah dua minggu aplikasi diputuskan jadi dibeli maka aplikasi bisa berfungsi penuh kembali sesudah dimasukkan serial number. serial number bisa didapatkan via sms setelah biaya harga sudah ditransfer penuh. Bila setelah 2 minggu aplikasi tidak jadi dibeli maka mohon maaf biaya tidak bisa dikembalikan.

Note :
Berhubung sering munculnya ide ide baru atau saran dari partner-partner maupun sumber referensi, kemungkinan fitur-fitur dari software yang didapatkan saat dibeli akan lebih baru dari yang dijelaskan diatas.
Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional

Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap iklim semakin tinggi maka ketersediaan data iklim baik secara global, regional, maupun lokal sangat diperlukan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi sebagai salah satu institusi di bawah Departemen Pertanian memiliki mandat untuk mengembangkan database sumberdaya iklim untuk kebutuhan pertanian nasional.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan database iklim ini terutama berkaitan dengan format dan struktur data yang belum standar. Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses.

Permasalahan tersebut di atas menjadi masukan utama di dalam penelitian Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional. Sistem tersebut menggabungkan data tabular (data iklim, infomasi stasiun iklim) dan spasial (peta administrasi) dengan menggunakan teknologi pemrograman yang dapat mendisain sistem database menurut kebutuhan pengguna misalnya: (a) menampilkan data dan informasi iklim secara cepat berdasarkan pilihan jenis parameter, periode waktu, dan lokasi stasiun yang diinginkan, (b) menampilkan distribusi stasiun pengamat iklim/curah hujan, (c) mengolah data iklim ke beberapa satuan waktu seperti data dasarian, bulanan, dan tahunan, dan (d) menampilkan hasil olahan tersebut dalam beberapa kemasan baik secara display di monitor komputer secara tabular ataupun histogram, printout, dan file.

Proses penyusunan sistem database iklim nasional meliputi dua tahapan utama yaitu: Pengembangan prototipe sistem database iklim nasional, dan Pengembangan database iklim Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan penyiapan data (spasial, tabular) yang diperoleh dari Puslitbangtanak maupun dari instansi terkait seperti BMG dan Bakosurtanal.

Parameter iklim adalah parameter yang menggambarkan kondisi iklim, seperti curah hujan, temperatur, kelembaban, kecepatan angin, evapotranspirasi, dan radiasi matahari. Kegiatan diawali dengan inventarisasi data seperti:

Peta digital seluruh Indonesia lengkap dengan batas administrasi sampai level kecamatan. Peta digital ini dalam format LL (Latitude Longitude) dan untuk keperluan pengembangan sistem database sedang ditransfer ke format UTM.

Data iklim/curah hujan manual yang berasal dari instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Dinas Pertanian, Kimpraswil, Badan Litbang Pertanian, dan lain sebagainya.

Data iklim/curah hujan digital yang berasal dari stasiun otomatis milik Puslitbangtanak terdiri atas 75 stasiun iklim dan 4 stasiun hujan.

Pengembangan sistim database dan informasi sumberdaya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular. Semua data itu diklasifikasikan berdasarkan karakteristik objek atau berdasarkan bentuk penyajian, yaitu: (1) file poligon/satuan lahan (batas adminsitrasi), (2) file garis (sungai dan jalan), (3) file titik (lokasi staisun iklim), dan (4) file gambar ( legenda dan keterangan lainnya).

Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan. Setiap layer memiliki informasi yang terintegrasi dengan data tabular yang berupa angka (numeric data) seperti data iklim, nama provinsi dan lokasi stasiun.

Selanjutnya data yang sudah diklasifikasikan diproses dan ditampilkan dalam beberapa kemasan (display, printout, dan file textual). Struktur data yang dihasilkan dari bagian ini menjadi dasar dalam pengembangan analisis data iklim untuk menghasilkan informasi sumberdaya iklim yang lebih akurat, reliability, dan cepat.

Kesalahan pada salah satu bagian akan mengakibatkan kesalahan pada keluaran informasi yang diperlukan. Oleh karena itu sistim database ini harus baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, agar Balitklimat sebagai satu-satunya institusi di Lingkup Badan Litbang Pertanian yang bertanggungjawab dengan database iklim pertanian mampu memberikan informasi iklim yang bukan saja dapat dipercaya kebenarannya tetapi juga mampu memberikan informasi secara rutin, terbaru dan kontinu. Untuk mengetahui informasi jumlah stasiun dibuat menu khusus seperti Gambar.

Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk analisis agroklimat dan hidrologi dengan menggunakan input dari sistem database:
Estimasi evapotranspirasi.
Perhitungan neraca air secara spasial berbagai jenis komoditas pertanian.
Trend perubahan iklim antar tempat dan waktu.

prediksi curah hujan dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti Kalman Filter. dan Box Jenkins. Zonasi parameter iklim. Link sumberdaya iklim dengan sumberdaya tanah ataupun informasi pertanian lainnya. serta analisis lain yang berkaitan dengan informasi sumberdaya iklim. Kehandalan sistem database sumberdaya iklim sangat tergantung pada aspek: ketersediaan data iklim maupun data spasial penunjang, sumberdaya manusia, dan perangkat lunak dan keras. Oleh karena itu disarankan pengembangan ketiga aspek ini harus mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu dan pengetahuan. serta kebutuhan Balitklimat di masa datang.

One response

  1. tugas sudah saya terima…

    blog-nya sudah sangat bagus….good job….
    mungkin untuk kedepannya bisa ditambahkan gambar agar lebih menarik….
    keep working ya…

    regards,
    rengga asmara
    blog : http://supergareng.wordpress.com
    FS : super_rengga@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: