Sistem Informasi Geografi

Membangun Aplikasi GIS dengan MapWindow

ESRI adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang bergerak dalam bidang GIS. Sudah banyak aplikasi GIS yang dihasilkan oleh ESRI mulai dari ArcInfo, ArcView, ArcIMS dan juga ArcGIS yang merupakan kompilasi dari berbagai aplikasi GIS yang dibangun oleh ESRI.

Dari sekian banyak teman saya yang bergelut di bidang GIS, hampir semuanya mengakui bahwa ESRI dengan salah satu produknya yang bernama ArcView memberikan keleluasaan bagi para engineer ataupun programmer untuk bekerja. Untuk para engineer, ArcView memberikan kemudahan dalam pengolahan dan juga analisis peta. Sedangkan untuk programmer GIS tersedia Script Avenue untuk mengembangkan extension (sejenis plugin untuk ArcView).

Hampir kebanyakan pengguna aplikasi ArcView tidak menyadari bahwa format vector yang dihasilkan melalui aplikasi ArcView sebenarnya adalah format proprietary open specification. Format yang dihasilkan adalah The ESRI Shape Files (SHP) dimana ini merupakan format vector yang dikeluarkan oleh ESRI. Format ini terdiri dari tiga ekstension file yaitu :
Main file: *.shp
Index file: *.shx
DBase file: *.dbf

Ada beberapa project komersial ataupun open source yang tengah dikembangkan agar bisa membuka dan mengolah vector dalam format ekstension SHP, bahkan ESRI mengeluarkan satu produk tersendiri yang mereka sebut dengan nama MapObjects. Mapobjects adalah seperangkat komponen pemrograman yang dibuat oleh ESRI bagi para developer GIS. Dengan menggunakan MapObjects maka kita dapat membuat sebuah aplikasi GIS yang berdiri sendiri tanpa harus ada ketergantungan aplikasi GIS lainnya.

Semua project GIS yang pernah saya kerjakan semuanya menggunakan MapObjects untuk membuka ektension SHP. Untuk mendapatkan MapObjects ini kita harus merogoh kocek kurang lebih 60 juta rupiah. Sebuah angka yang mahal menurut saya, untung saja project yang saya kerjakan selama ini ditalangi oleh kantor, jadi ya kantor saya yang harus membelinya dong .

Nah, kemarin ini saya mendapatkan sebuah link dari rekan untuk aplikasi GIS. Aplikasi ini bernama MapWindow. Sekilas saya baca ternyata MapWindow ini merupakan project open source dalam bidang GIS. Ada tiga komponen penting yang tengah dikembangkan oleh MapWindow yaitu :
MapWindow GIS 4.0 Open Source Software
MapWinGIS ActiveX Control
MapWinGIS.NET

Wow. Inilah yang saya cari selama ini. Sebuah aplikasi GIS yang open source, mampu membuka shp dan memiliki fitur tambahan untuk pengembangan plugin. Seperti tertulis dalam official site-nya sebagai berikut :

What makes this GIS tool different than the others?
MapWindow is free to use and redistribute to your clients and other end users.

Unlike other free tools, MapWindow is more than just a data viewer, it is an extensible geographic information system. This means that you can write plug-ins to add additional functionality (models, special viewers, hot-link handlers, data editors, etc.) and pass these along to any number of your clients and end users.

MapWindow includes standard GIS data visualization features as well as DBF attribute table editing, shapefile editing, and grid importing and conversion.

MapWinGIS ActiveX includes a GIS API for shapefile and grid data with many built in GIS functions.

MapWinGIS ActiveX can be redistributed royalty-free. No fee is required, although we happily accept donations to help support this effort. See Why MapWindow

Setelah membaca fitur-fitur yang tersedia, rasanya MapWindow sudah mampu menggantikan keberadaan MapObjects dalam membuat sebuah aplikasi GIS. MapObjects dapat digantikan oleh MapWinGIS ActiveX atau MapWinGIS.NET. Di lain sisi, kehadiran MapWindow GIS 4.0 sepertinya pada suatu saat nanti akan mampu mengungguli ArcView, sebab MapWindow GIS 4.0 juga menyediakan fasilitas scripting seperti halnya Script Avenue. Fasilitas scripting dalam aplikasi GIS adalah suatu hal yang luar biasa, sebab dengan fasilitas ini akan memudahkan bagi para developer ataupun pengguna untuk membuat sebuah plugin/ekstension tambahan untuk mempermudah kerja mereka.

Wah, kalau ada project aplikasi GIS sepertinya saya akan meninggalkan MapObjects dan akan mencoba MapWindow ini.

http://www.google.com
SIG ( Sistem Informasi Geografis )

Pengantar GIS

1.1. Pengertian GIS/SIG

Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.

Komponen utama SIG adalah sistem komputer, data geospatial dan pengguna

Sistem komputer untuk SIG terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangan data geospatial.

Sumber-sumber data geospatial adalah peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik dan dokumen lain yang berhubungan.

Data geospatial dibedakan menjadi data grafis (stau disebut juga data geometris) dan data atribut (data tematik), Data grafis mempunyai tiga elemen : titik (node), garis (arc) dan luasan (poligon) dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geometri topologi, ukuran, bentuk, posisi dan arah.

Fungsi pengguna adalah untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan dan merencanakan aplikasi.

Berikut adalah alasan dibutuhkannya SIG.

– penanganan data geospatial sangat buruk

– peta dan statistik sangat cepat kadaluarsa

– data dan informasi sering tidak akurat

– tidak ada pelayanan penyediaan data

– tidak ada pertukaran data

Dan begitu SIG diterapkan, didapat keuntungan berikut.

– penanganan data geospatial menjadi lebih baik dalam format baku

– revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah

– data geospatial dan informasi lebih mudah dicari, dianalisis dan direpresentasikan

– menjadi produk bernilai tambah

– data geospatial dapat dipertukarkan

– produktivitas staf meningkat dan lebih efisien

– penghematan waktu dan biaya

– keputusan yang akan diambil menjadi lebih baik

1.3. Yang Diharapkan dari SIG

SIG diharapkan mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut :

What is at……? (pertanyaan lokasional ; apa yang terdapat pada lokasi tertentu)

Where is it…..? (pertanyaan kondisional ; lokasi apa yang mendukung untuk kondisi/fenomena tertentu)

How has it changed……..? (pertanyaan kecenerungan ; mengidentifikasi kecenderungan atau peristiwa yang terjadi)

Which data are related ……..? (pertanyaan hubungan ; menganalisis hubungan keruangan antar objek dalam kenampakan geografis)

What if…….? (pertanyaan berbasiskan model ; komputer dan monitor dalam kondisi optimal, kecocokan lahan, resiko terhadap bencana, dll. berdasar pada model)

– pengambilan data dan pra-pengolahan

– manajemen basis data, penyimpanan dan pengambilan data

– pengukuran dan analisis keruangan spatial

– output grafis dan visualisasi

1.4. Sistem Komputer untuk SIG

Sistem komputer biasanya terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

a. Perangkat Keras

Terdiri dari beberapa komponen.

Central processing unit (CPU)

CPU menjalankan program komputer dan mengendalikan operasi seluruh komponen.

Biasanya digunakan CPU untuk komputer pribadi (PC/personal computer), atau work station pada sebuah jaringan komputer.

Memory

Memory Utama:adalah bagian paling esensi pada komputer seluruh data dan program berada pada memori utama untuk akses yang lebih cepat. Dibutuhkan setidaknya memori berkapasitas 64 MB untuk SIG berbasis PC.

Memory Tambahan: digunakan data berukuran besar baik permanen maupun semi-permanen, dengan akses lebih rendah dibanding memori utama. Dikenal juga sebagai media penyimpanan data, seperti harddisk, disket (floppy disk), pita magnetis atau cakram padat optis (CD-ROM). Untuk harddisk dibutuhkan setidaknya yang berkapasitas 1 GB.

Alat Tambahan (Peripherals)

Alat Masukan (Input Devices) : key board, mouse, digitizers, pemindai (scanner), kamera digital, workstation fotogrametris digital.

Alat Keluaran (Output devices) : monitor berwarna, printer, plotter berwarna, perekam film, dll.

b. Perangkat Lunak

Terdiri atas sistem operasi, compiler dan program aplikasi.

Sistem Operasi (Operating System / OS) : mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi.

Untuk PC : MS-DOS (IBM PCs) dan WINDOWS adalah sistem operasi yang banyak digunakan.

Untuk Workstation : UNIX dan VMS adalah OS yang dominan.

Compiler : menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa komputer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa kompiler yang biasa digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dll.

Program Aplikasi : Kini, banyak vendor (perusahaan pembuat software) menyediakan software SIG

1.5. SIG Sebagai Ilmu Multi Disiplin

SIG sebagai ilmu multi displin terpadu terdiri atas beberapa disiplin ilmu berikut.

Geografi Statistika

Kartografi Operations Research

Penginderaan Jauh Ilmu Komputer

Fotogrammetri Matematika

Ilmu Ukur Tanah Perencanaan Sipil

Geodesi Perencanaan Kota, dll.

Hubungan antara disiplin ilmu tersebut dijelaskan pada Tabel 1.4.

SIG memiliki banyak nama alternatif yang sudah digunakan bertahun-tahun menurut cakupan aplikasi dan bidang khusus masing-masing, sebagai berikut.

– Sistem Informasi Lahan (Land Information System – LIS)

– Pemetaan terautomatisasi dan Pengelolaan Fasilitas (AM/FM-Automated Mapping and Facilities Management)

– Sistem Informasi Lingkungan (Environmental Information System -EIS)

– Sistem Informasi Sumber Daya (Resources Information System)

– Sistem Informasi Perencanaan (Planning Information System)

– Sistem Penanganan Data keruangan (Spatial Data Handling System)

SIG kini menjadi disiplin ilmu yang independen dengan nama “Geomatic”, “Geoinformatics”, atau “Geospatial Information Science” yang digunakan pada berbagai departemen pemerintahan dan universitas.

1.6. Cakupan Aplikasi SIG

Cakupan utama Aplikasi SIG dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori.

Pengelolaan Fasilitas

Peta skala besar dan akurat, dan analisis jaringan (network analysis) digunakan untuk pengelolaan utilitas kota. AM/FM biasanya digunakan pada tujuan ini.

Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Untuk tujuan ini digunakan peta skala menengah dan kecil, dan teknik tumpang tindih (overlay) digabungkan dengan foto udara dan citra satelit untuk analisis dampak lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Jaringan Jalan

Untuk fungsi jaringan jalan digunakan peta skala besar dan menengah, dan analisis keruangan yang digunakan untuk rute kendaraan, lokasi perumahan dan jalan, dll.

Perencanaan dan Rekayasa

Digunakan peta skala besar dan menengah, dan model rekayasa untuk perencanaan sipil.

Sistem Informasi Lahan

Digunakan peta kadastral skala besar atau peta persil tanah, dan analisis keruangan untuk informasi kadastral, pajak, dll.

Informasi menjadi isu utama dalam era komputer sekarang ini, karena informasi memberikan kontribusi pada kualitas hidup seperti tertulis di bawah ini.

Infrastruktur sosial … masyarakat yang lebih baik

Infrastruktur lingkungan …. pengelolaan yang lebih baik

Infrastruktur kota ….. kehidupan yang lebih baik

Infrastruktur ekonomi …… usaha yang lebih baik

Infrastruktur pendidikan……pengetahuan yang lebih baik

Infrastruktur informasi SIG dijelaskan pada Gambar 1.6.

Kebijakan Data Terbuka

Data dan informasi tentang SIG harus bisa diperoleh oleh siapapun tanpa batasan dan gratis atau murah.

Standarisasi

Standar untuk struktur dan format data harus dibangun untuk memungkinkan transfer data dan pertukaran data geospatial.

Pertukaran Data/Informasi

Untuk penghematan waktu dan biaya dalam digitasi, pertukaran data harus dikembangkan. Untuk mendukung pekerjaan dengan data geospatial, informasi dan pengalaman harus dipertukarkan antar sesama pengguna.

Jaringan

Sistem komputer yang tersebar antar instansi harus dihubungkan dengan jaringan untuk peningkatan akses dan pelayanan.

Pendekatan Multi Disiplin

Karena SIG adalah ilmu multi disiplin, maka para ilmuwan, insinyur, teknisi dan tenaga administrasi dari berbagai disiplin harus bekerja sama untuk tujuan bersama.

Prosedur Interoperable

SIG harus dapat dihubungkan dengan prosedur komputer lain seperti CAD, komputer grafis, DEM, dll.

SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan keputusan untuk pembangunan berkelanjutan, karena SIG memberikan informasi pada pengambil keputusan untuk analisis dan penerapan database keruangan

Pengambilan keputusan termasuk pembuatan kebijakan, perencanaan dan pengelolaan dapat diimplementasikan secara langsung dengan pertimbangan faktor-faktor penyebabnya melalui suatu konsesus masyarakat. Faktor penyebab itubisa berupa pertumbuhan populasi, tingkat kesehatan, tingkat kesejahteraan, teknologi, politik, ekonomi dll. yang kemudian ditentukan target dan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dus, faktor penyebab dari manusia, elemen kuci dimensi manusia pada pengambilan keputusan, akan memberikan akibat pada lingkungan seperti peningkatan pemakaian sumber daya alam, urbanisasi, industrialisasi, konstruksi, konsumsi energi, dll. Akibat yang terjadi pada manusia ini akan berpengaruh pada perubahan lingkungan, seperti perubahan penggunaan tanah, perubahan gaya hidup, degradasi tanah, polusi, perubahan iklim, dll. Perubahan lingkungan itu dapat dipantau untuk meningkatkan kewaspadaan publik. Penginderaan jauh dapat sangat berguna untuk pemahaman yang lebih baik atas akibat pada manusia dengan perubahan lingkungan, selain pengineraan jauh juga membangun database.

Dimensi fisik/lingkungan yang dipantau dengan penginderaan jauh dapat memerikan umpan balik pada manusia melalui analisis dan pengkajian dengan SIG untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Dalam hal ini, penginderaan jauh harus diintegrasikan dengan SIG.

http://www.google.com

Keunggulan SpatCom

SpatCom adalah software desktop GIS (Geographic Information System) yang didukung dengan data spasial yang cukup lengkap khususnya wilayah Indonesia.

Produk SpatCom terdiri dari dua tipe yaitu : SpatCom Basic dan SpatCom Pro.

SpatCom Basic kami lisensikan secara gratis (Freeware).

SpatCom Pro mempunyai feature yang sama dengan SpatCom Basic ditambah kemampuan untuk melakukan analisis spasial yang lebih lengkap, sistim koordinat dan proyeksi peta, membuat dan mengedit peta, dll.

SpatCom dapat digunakan untuk keperluan :

Bisnis

Pendidikan

Penelitian

Pemerintahan, dll.

Keunggulan SpatCom adalah :

Cukup sederhana dan mudah dipelajari oleh para pemula dalam dunia GIS.

Versi bahasa Indonesia

Dapat membaca dan menulis format file GIS yang umum dan menampilkannya secara bersamaan, tidak diperlukan operasi export atau import.

Format file GIS tersebut diantaranya : Esri Shape File (shp), MapInfo (Tab/Mif), AutoCad (dxf).

Dukungan data spasial yang cukup lengkap khususnya wilayah Indonesia.

Harga relative murah

Dengan SpatCom anda dapat :

Dengan mudah membuat peta yang indah dan informatif.

Membuat laporan dan presentasi menjadi lebih komunikatif dan lebih mudah dimengerti

Melihat kecenderungan pola geografi yang tidak dapat dilihat pada tabel-tabel.

Membuat dokumentasi perjalanan anda berupa foto yang dikaitkan dengan lokasi pada peta (khusus untuk SpatCom Pro).

http://www.antara.co.id

Sistem Informasi Geografis Manajemen Data Potensi Migas

Minyak dan gas (MIGAS) merupakan salah satu sumberdaya alam yang tidak terbarukan (non-renewable), terperangkap dalam batuan reservoar dan terbentuk melalui proses geologi. Kegiatan usaha bidang migas sendiri merupakan investasi yang mahal dan beresiko tinggi. Untuk mengurangi resiko tersebut maka dalam kegiatan eksplorasi migas perlu dilakukan sejumlah tahapan kegiatan dengan berbagai metode dan teknologi, mulai dari yang paling dasar dan murah hingga mahal supaya dapat memilah daerah yang masih potensial dan layak dikembangkan lebih lanjut.Investasi dalam kegiatan MIGAS akan berakibat pada penambahan volume dan jenis data, maka diperlukan sistem pengelola data yang terintegrasi. Integrasi data cadangan migas yang baik akan menimbulkan efisiensi baik dari segi biaya ataupun waktu. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan alat Bantu berfungsi untuk meningkatkan optimalisasi data yang berkaitan dengan spasial atau koordinat geografis baik secara manual atau otomatis dengan komputer (digital).

Informasi manajemen data potensi migas berbasis SIG akan membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan bidang migas dan juga akan sangat membantu masyarakat dan investor bidang industri migas beserta pendukungnya dalam menentukan. Hasil SIG yang komunikatif, informatif dan atraktif akan lebih bermanfaat dan mampu sebagai dasar semua pihak mempercepat pelaksanaan tugasnya.
Kegiatan termaksud mengelola data untuk menghasilkan ;

  • Data migas yang terintegrasi
  • Manajemen data lapangan migas yang komprehensif
  • Optimalisasi data tiap lapangan migas
  • Efisiensi biaya dan waktu dalam perolehan informasi.

Dengan hasil ini diharapkan akan dapat membantu pengambil keputusan dan pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan-keputusan di sektor migas, juga akan memudahkan dan membantu investor dalam investasinya.

Secara umum ruang lingkup dalam riset ini dilakukan pegumpulan data sekunder serta penggunaan teknologi Sistem Informasi untuk penyusunan Sistem Informasi GeografisManajemen Data Migas Sumatera Tengah. Teknologi SIG digunakan untuk menjelaskan dan memaparkan aspek-aspek yang terkait secara langsung dengan kegiatan eksplorasi dan produksi migas, identifikasi data terkait data dasar kegiatan hulu migas.

Metoda yang dipakai dalam kegiatan ini menggunakan anlisis data sekunder Hasil Laporan Kegiatan Penemuan Cadangan MIGAS T.A. 2002 dan 2003. Garis besar pelaksanaan pekerjaan seperti dalam bagan alir (lihat GambarBagan alir).

Berdasarkan data dan informasi yang ada dilakukan inventarisasi dan identifikasi. Pada tahap pemrosesan data (rektifikasi dan digitasi) pemasukan data spasial dan data tabular semua coverage belum diorganisasikan. Setelah semua informasi data spasial dilengkapi dengan data tabularnya, maka semua data coverage diorganisasikan secara tematik sebagai rangkaian layer serta diorganisasi secara spasial dengan lembar peta. Setiap layer tematik ini diberi koordinat UTM ( Universal Transverse Mercator). Sistem koordinat ini memberikan proyeksi lokasi yang berguna untuk memastikan hubungan yang diketahui diantara lokasi pada peta dengan lokasi sebenarnya di bumi.

Proses lain dalam pengelolaan database adalah penggabungan peta yang bersebelahan, proses ini berguna untuk memperkecil volume space atau ruang yang dipakai oleh coverage dan memberikan informasi yang lebih terintegrasi.
Pengembangan Basis Data Spasial

Guna menyusun SIG Manajemen Data Migas diperlukan suatu sistem yang dapat menyimpan dan menampilkan data hasil pemetaan berupa informasi lahan dan keterangannya. Informasi lahan sangat penting dalam rencana pengelolaan kawasan serta dapat memberikan penjelasan kepada pengguna tentang apa yang harus dilakukan terhadap lahan tersebut untuk mencapai tujuan tertentu.

SIG merupakan salah satu bentuk dari teknologi informasi yang ada sekarang ini digunakan untuk optimalisasi data potensi migas Sumatera Tengah, yang diperoleh oleh banyak pihak dengan berbagai tujuan yang berbeda. Kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk menyusun basis data dan mengintegrasikan data spasial dengan data atributnya, sehingga sistemnya dapat menjawab baik pertanyaan spasial maupun non spasial.

  • Tahap strategi dan perencanaan sistem, menggunakan pendekatan soft-system development dan structured system de-velopment dengan penekanan padaidentifikasi masalah (sistem) danperencanaan sistem.
  • Tahap analisis sistem, menggunakan pendekatan structured system development dengan melakukan analisis kebutuhan informasi yang akan menjadi prasyarat basis data yang akan dibangun dan analisis fungsional dari sistem yang akan dilakukan otomatisasi

Penyimpanan Data File

Pada tahapan perencanaan sistem yang dilakukan disusun data file atau struktur file berdasarkan direktori, sub direktori, dan layer/file. File direktori disusun berdasarkan pengelompokan sesuai kebutuhan antara lain untuk Manajemen Data Potensi Migas Sumatera Tengah. Direktori tersebut yaitu:, blok, lapangan migas, data bawah permukaan, dan data pendukung lain (sejarah lapangan, produksi dancadangan). Masing-masing direktori dibagimenjadi sub-direktori, yaitu : raster, dan gridding.

  • Raster :Kelompok file dari data peta geologi dan peta regional Pulau Sumatera
  • Gridding :Sistem grid yang digunakan(sistem grid UTM)
  • Infrastruktur :Kelompok infrastruktur, batas blok migas.
  • Lapangan Migas :Kelompok file minyak dan gas bumi, seperti sumur, lapangan minyak bumi gas bumi.
  • Data bawah permukaan :Kelompok file dari kontur struktur, isopach, data log.
  • Lain-lain :
    • Kelompok file data yang tidak termasuk file tersebut di atas, ataupun menyangkut lebih dari satu direktori, seperti wilayah administrasi (kota provinsi dan kabupaten,kota sebagai pusat kegiatan migas).Pada gambar berikut ditunjukkan hasil penyusunan data file dalam bentuk hasil cetak ( print out) tampilan web.

Kesimpulan

Fungsi manajemen yang terkait dengan manajemen data migas, khususnya terkait dengan Penemuan Cadangan Blok CPP dan Blok Rokan Tahap I (Sumatera Tengah) dikelompokkan menjadi 7P, sebagai berikut :

  • Perencanaan ( Planning)
  • Pengorganisasian ( Organising)
  • Penyimpanan ( Saving)
  • Pengendalian dan Pengawasan ( Control-ling)
  • Pengkomunikasian ( Communicating)
  • Pemantauan ( Monitoring)
  • Pengintegrasian ( Integrating)

Hasil inventarisasi antara lain mengumpulkan data lapangan minyak maupun lapangan gas yang berada di daerah Blok CPP Cekungan Sumatera Tengah. Dari hasil pengumpulan data tersebut terdapat 27 lapangan minyak dan 2 lapangan gas. Sementara dari laporan Blok Rokan Tahap I diidentifikasi 50 lapangan.

Dalam kaitan dengan pengusahaan lapangan dikelompokkan menjadi data per lapangan. Kelompok data dari satu lapangan (field) disatukan dalam satu lapis data (layer) sehingga memudahkan dijadikan bahan informasi. Dalam manajemen database dipilih perangkat lunak (software) MapInfo, menggunakan tampilan data dalam format HTML (Hy per Text Markup Language).

File direktori disusun berdasarkan pengelompokan untuk penghitungan strategi pengembangan migas. Direktori tersebut yaitu:infrastruktur, fasilitas migas, ruang, dan lain-lain.

http://www.lemigas.esdm.go.id

GIS using SVG

Melanjutkan tulisan SVG flash killer, salah satu pemanfaatannya adalah membangun Sistem Informasi Geografi atau lebih dikenal Geographic information System (GIS) . Kebetulan saya mendapatkan kerjaan research buat ngembangin Aplikasi GIS buat di web, memang aplikasi GIS sudah banyak dikembangkan, apalagi software pembuat peta biasanya telah menyediakan tools tambahan untuk pengembangan aplikasi GIS di windows, misalnya mapinfo menyediakan tools activex agar bisa diaplikasikan baik diwindows maupun di web. Yang jadi permasalahan terkadang tools tersebut tidak mudah jika harus diakses lewat web. Pastinya tools activex tersebut harus ikut didownload dan tools ini juga harus dibeli. Dengan SVG viewer nya adobe, atau apache batik, tools activex GIS tidak perlu lagi.Pertama kali saya mendapatkan file peta format mapinfo , kemudian saya coba convert jadi svg (http://www.gis-news.de/svg/map2svg.htm) , kebetulan software konversi mapinfo ke svg dapat di download gratis. Hasil convert tadi saya pelajari, disitu sudah tersusun sesuai dengan layer yang dibuat di mapinfo, kemudian data svg hasil convert saya convert lagi agar semua datanya (termasuk koordinat) masuk ke database (sql server 2000, dari situ saya gunakan asp.net sebagai server applicationnya untuk membangun format svg.
gis using svg

Kenapa harus SVG

  1. SVG is free
  2. SVG support scalable graphics
  3. Animation and multimedia support ( bikin aplikasi mirip flash)
  4. CSS, javascript (ECMA Script)
  5. Simple (XML based)
  6. Multiplatform : internet explorer menggunakan adobe svg viewer, rencananya sih svg akan diadopsi di ie8, opera sejak versi 8 sudah support svg, untuk browser lain ada svg viewer, apache batik.
  7. SVGtiny, SVG mobile : untuk dapat diakses di perangkat mobile : smartphone, pda dll.

untuk belajar GIS bisa akses http://www.carto.net, disediakan banyak fungsi yang memudahkan buat GIS dengan format SVG.

Peta dengan menggunakan GIS

world_small.jpgPeta dengan menggunakan GIS (Geographic Information System) atau SIG (Sistem Informasi Geografis) sudah menjadi kebutuhan di masa internet sekarang ini. Dengan menggunakan Wikimapia atau kalau nggak bisa pakai Google Maps, gw mencoba mencari posisi rumah gw di kota gw sekarang pakai browser di internet. Selain itu gw juga mencoba lihat pemetaan kota Jakarta serta Tugu Monas dan kota Palembang. Voila! Kalo mau cari posisi sekarang nggak usah bingung-bingung lagi )

Dengan citra satelit, semua lokasi yang dicari langsung tampil di hadapan kita melalui browser. Nggak salah lagi, kenapa GIS sangat diperlukan saat ini. Baik untuk pemetaan permukaan bumi, investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi, infrastruktur, cuaca, dan sebagainya, yang bermanfaat bagi kita.

http://www.google.com

GIS untuk PLN


Inovasi Layanan Kelistrikan
Menghadirkan Layanan Berbasis Kemajuan Teknologi
Penggunaan KWH Meter Digital dengan sistem Automatic Meter Reading (AMR)Peralatan ini diperuntukan bagi pelanggan industri yang memungkinkan adanya sistem pencatatan pemakaian listrik jarak jauh, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran penggunaan tenaga listrik.
Penerapan Costumer Informasi sistem (CIS) dan Geographical Information system (GIS)CIS dan GIS memberikan informasi yang terpadu sehingga mampu memberikan kemudahan, akurasi, dan kecepatan dalam melayani pelanggan.
Penggunaan Portable Data Terminal (PDT)Sebagai alat pembacaan meter elektronik yang mampu memberikan hasil pembacaan meter pelanggan dengan tingkat akurasi yang lebih tepat.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)Didukung oleh penggunaan teknologi modern dan SDM yang andal serta memiliki kompetensi pada bidang tugasnya, Tim PDKB melaksanakan pekerjaan pemeliharaan di sisi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tanpa harus dilakukan pemadaman.
Inovasi Layanan Kelistrikan
Menghadirkan Layanan Berbasis Kemajuan Teknologi
Penggunaan KWH Meter Digital dengan sistem Automatic Meter Reading (AMR)Peralatan ini diperuntukan bagi pelanggan industri yang memungkinkan adanya sistem pencatatan pemakaian listrik jarak jauh, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran penggunaan tenaga listrik.
Penerapan Costumer Informasi sistem (CIS) dan Geographical Information system (GIS)CIS dan GIS memberikan informasi yang terpadu sehingga mampu memberikan kemudahan, akurasi, dan kecepatan dalam melayani pelanggan.
Penggunaan Portable Data Terminal (PDT)Sebagai alat pembacaan meter elektronik yang mampu memberikan hasil pembacaan meter pelanggan dengan tingkat akurasi yang lebih tepat.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)Didukung oleh penggunaan teknologi modern dan SDM yang andal serta memiliki kompetensi pada bidang tugasnya, Tim PDKB melaksanakan pekerjaan pemeliharaan di sisi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tanpa harus dilakukan pemadaman.
Inovasi Layanan Kelistrikan
Menghadirkan Layanan Berbasis Kemajuan Teknologi
Penggunaan KWH Meter Digital dengan sistem Automatic Meter Reading (AMR)Peralatan ini diperuntukan bagi pelanggan industri yang memungkinkan adanya sistem pencatatan pemakaian listrik jarak jauh, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran penggunaan tenaga listrik.
Penerapan Costumer Informasi sistem (CIS) dan Geographical Information system (GIS)CIS dan GIS memberikan informasi yang terpadu sehingga mampu memberikan kemudahan, akurasi, dan kecepatan dalam melayani pelanggan.
Penggunaan Portable Data Terminal (PDT)Sebagai alat pembacaan meter elektronik yang mampu memberikan hasil pembacaan meter pelanggan dengan tingkat akurasi yang lebih tepat.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)Didukung oleh penggunaan teknologi modern dan SDM yang andal serta memiliki kompetensi pada bidang tugasnya, Tim PDKB melaksanakan pekerjaan pemeliharaan di sisi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tanpa harus dilakukan pemadaman.
Inovasi Layanan Kelistrikan
Menghadirkan Layanan Berbasis Kemajuan Teknologi
Penggunaan KWH Meter Digital dengan sistem Automatic Meter Reading (AMR)Peralatan ini diperuntukan bagi pelanggan industri yang memungkinkan adanya sistem pencatatan pemakaian listrik jarak jauh, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran penggunaan tenaga listrik.
Penerapan Costumer Informasi sistem (CIS) dan Geographical Information system (GIS)CIS dan GIS memberikan informasi yang terpadu sehingga mampu memberikan kemudahan, akurasi, dan kecepatan dalam melayani pelanggan.
Penggunaan Portable Data Terminal (PDT)Sebagai alat pembacaan meter elektronik yang mampu memberikan hasil pembacaan meter pelanggan dengan tingkat akurasi yang lebih tepat.
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)Didukung oleh penggunaan teknologi modern dan SDM yang andal serta memiliki kompetensi pada bidang tugasnya, Tim PDKB melaksanakan pekerjaan pemeliharaan di sisi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tanpa harus dilakukan pemadaman.

http://www.google.com

3 responses

  1. bagaimana membuat aplikasi GIS menggunakan MapWinGIS dengan VB 6.0

  2. selamat malam,

    kalo anda punya artikel ttg aplikasi gis menggunakan mapwindows dengan script c#
    tolong di upload ya,.
    terima kasih atas perhatianya.

    makasih.

  3. Saya coba bikin aplikasi dengan mapwingis + vb.net. Kalo sukses, akan saya sharing. doakan saja ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: