w3B dEsi9n anD aN!mati0n

Trik & trik Desain Web

 

Sering kita temui website yang tipikal: “Welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas Template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: FrontpageT, Corel WebDesignerT, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun website. Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun website suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: Telkom Corporate Color-nya adalah biru, Coca-Cola : merah dan putih, Standard-Chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip “Keep it Simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikanaspek ergonomi. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi. Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat website itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.- Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )- Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html- Adobe Illustrator : Desain berbasis vector- CorelDraw : Desain berbasis vector- Macromedia Freehand : Desain berbasis vectorEfek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.- Macromedia Firework : Efek teks- Painter : Memberikan efek lukisan- Ulead Photo Impact : Efek frame dan merancangan icon yang cantik.- Plugins Photoshop : Seperti Andromeda, Alien Skin, Eye Candy, Kai’s Power Tool dan Xenofex juga sangat mendukung untuk memberi efek desain sewaktu anda mendesain layout homepage di Photoshop.Animasi : Penambahan animasi perlu untuk membuat homepage agar kelihatan menarik dan hidup.- 3D Studio Max : Untuk membuat objek dan animasi 3D.- Gif Construction Set : Membuat animasi file gif- Macromedia Flash : Menampilkan animasi berbasis vector yang berukuran kecil.- Microsoft Gif Animator : Membuat animasi file gif- Swift 3D : Merancang animasi 3D dengan format file FLASH.- Swish : Membuat berbagai macam efek text dengan format file FLASH.- Ulead Cool 3D : Membuat animasi efek text 3D.Web Editor : Menyatukan keseluruhan gambar dan tata letak desain, animasi, mengisi halaman web dengan teks dan sedikit bahasa script.- Alaire Homesite- Cold Fusion- Microsoft Frontpage- Macromedia Dreamweaver- Net Object FusionProgramming : Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah rampung. Programming bertugas sebagai akses database, form isian dan membuat web lebih interaktif. Contoh : Membuat guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklanbaris.- ASP ( Active Server Page )- Borland Delphy- CGI ( Common Gateway Interface )- PHP- PerlUpload : File html kita perlu di letakkan ( upload ) di suatu tempat ( hosting ) agar orang di seluruh dunia dapat melihat- homepage kita.- Bullet FTP- Cute FTP- WS-FTP- Macromedia Dreamweaver : dengan fasilitas Site FTP- Microsoft Frontpage : dengan fasilitas PublishSoftware-software pembuat suatu website

Sound Editor : Homepage kita belum hidup tanpa musik. Untuk mengedit file midi atau wav, perlu alat khusus untuk itu.- Sound Forge : Mengedit dan menambah efek file yang berformat mp3 dan wav.- Cakewalk : Mengedit dan menambah efek untuk file yang berformat midiBanyak sekali memang oftware untuk membuat suatu homepage dan kita tidak perlu mempelajari semua software tersebut di atas. Tapi ntuk mempermudah, bagi pemula lebih baik dimulai terlebih dulu dengan mempelajari software Microsoft Frontpage atau Macromedia Dreamweaver agar lebih mengenal aturan-aturan membuat homepage dan mengenal bahasa html. Setelah itu baru Adobe Photoshop yang dipakai kebanyakan para desainer.



Langkah-langkah Membuat Homepage



Bermacam-macam langkah yang digunakan profesi web kita untuk membuat suatu homepage. Berikut ini adalah proses secara umum yang dilakukan kebanyakan profesi web di Indonesia untuk membuat web.



– Membuat Sketsa Desain : Desainer bisa saja menuangkan ide dalam membuat interface suatu homepage dalam bentuk sketsa di kertas dahulu. Untuk kebanyakan orang, biasanya langkah ini dilewatkan dan langsung pada langkah membuat layout desain dengan menggunakan software.- Membuat Layout Desain : Setelah sketsa sudah jadi, kita menggunakan software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Fireworks dan Macromedia Freehand untuk memperhalus sketsa desain.- Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil : Setelah layout desain homepage sudah jadi. File gambarb tersebut dipecah menjadi potongan kecil-kecil untuk mengoptimize waktu download. Untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan software Adobe Image Ready. Software ini dapat langsung memotong gambar yang besar tadi dan otomatis juga menjadikannya ke dalam format html. Langkah ini bisa saja dilewatkan bila ukuran gambar kita tidak terlalu besar.- Membuat Animasi : Animasi diperlukan untuk menghidupkan homepage kita agar menarik pengunjung. Macromedia Flash dan Gif Construction Set dapat dipakai untuk melakukan hal tersebut.- Membuat HTML : Setelah itu kita merapikan layout desain kita seperti menempatkan beberapa tombol dan gambar, menambah text, mengedit script HTML, membuat layout form ke dalam format HTML. Untuk itu kita perlu software HTML Editor seperti Macromedia Dreamweaver, Microsoft Frontpage dan Allaire Homesite.- Programming dan Script : Untuk website e-commerce, iklan baris, lelang, database, membuat guestbook, counter dan forum diskusi. File HTML kita perlu programming untuk melakukan aktivitas semacam itu. Programming dan script ini bisa dibuat dengan menggunakan ASP, Borland Delphy, CGI, PHP, Visual Basic. Dan perlu diperhatikan bahwa programming dan script ini biasanya dilakukan setelah desain homepage kita telah jadi.- Upload HTML : Setelah file kita telah menjadi html beserta gambar dan scriptnya. Kita perlu meng-upload file kita ke suatu tempat ( hosting ), agar semua orang di dunia dapat mengakses halaman html kita. Biasanya Macromedia Dreamweaver dengan fasilitas site FTP dan Microsoft Frontpage dengan Publishnya telah menyediakan fasilitas upload ini. Atau dapat menggunakan software seperti WS-FTP, Cute FTP, Bullet FTP.- Homepage Pribadi : Untuk homepage pribadi atau yang sekedar ingin coba-coba biasanya setelah file html sudah jadi dapat hosting di tempat-tempat gratis, memakai guestbook dan counter gratis dan menambah macam-macam accessories dalam mempercantik homepage pribadi tersebut.SELAMAT MENCOBA
http://robertussuparwanta.net

Intertekstualitas Dalam Desain Web

Adakalanya, bila kita mengunjungi sebuah situs Web dan mengamati baik dari segi desain, grafis, komposisi warna atau tata letak, kita jadi teringat akan situs lain. Kadang perasaan itu tersirat setelah kita melihatnya cukup lama, kadang dengan langsung melihatnya sebentar saja kita sudah dapat menebak “Oh, mirip dengan situs anu ya?”



Seperti dalam bidang lain, bidang desain Web juga memiliki apa yang disebut intertekstualitas. Intertekstualitas mempercayai, apa yang kita buat sekarang adalah proses adaptasi, pengaruh, aspirasi, atau inspirasi dari karya-karya yang telah ada. Jadi, di dunia ini tidak ada karya yang betul-betul asli, tapi mengadaptasi dari karya terdahulu yang terus-menerus diturunkan sejalan dengan peradaban manusia. Intertekstualitas pada sebuah karya bisa berasal dari melihat, mendengar, atau meniru dari sebuah karya yang telah ada.



Dalam bukunya Roland Barthes yang berjudul Image-Music-Text, ia mengemukakan: “A text is… a multidimensional space in which a variety of writings, none of them original, blend and clash. The text is a tissue of quotations… The writer can only imitate a gesture that is always anterior, never original. His only power is to mix writings, to counter the ones with the others, in such a way as never to rest on any one of them.” [Barthes 1997, 146]



Intertekstualitas ternyata tak hanya terdapat dalam karya-karya sastra, seperti puisi atau novel, tapi juga dalam bidang-bidang lain terutama bidang TI yang kita tekuni ini. Seorang programer Web, untuk menciptakan sebuah program buku tamu misalnya, kemungkinan besar pernah melihat buku tamu fisik di sebuah acara kawinan yang pernah dikunjunginya. Atau bisa juga ia mendapat inspirasi dari buku tamu atau program buatan programer lain dan lalu mengadaptasi sebagian fiturnya.



Seperti halnya program Web, begitu juga dengan desain Web, yang kini telah beralih tidak hanya berupa desain statis dengan imej, tapi juga sudah melingkupi multimedia—misalnya dengan hadir dan popularnya Flash yang mempercantik halaman Web dengan animasi dan interaktivitas.



Intertekstualitas hadir dalam sebuah karya, bisa juga karena adanya inspirasi dari bidang lain. Misalnya: seseorang membuat tema desain musim semi karena membaca sebuah novel sastra, atau membuat tema futuristis setelah kita menonton film di bioskop.

Desain Web dan Inspirasi



Ide seorang manusia tidak selalu berjalan dengan mulus untuk menghasilkan sebuah karya, kadang-kadang kehabisan ide bisa membuat kita agak frustasi. Untuk memberi jalan, tidak ada salahnya mengambil ide dari halaman Web orang lain, atau melihat-lihat situs-situs yang konsepnya mirip dengan situs yang akan kita buat. Satu hal yang penting, di sini kita mengembangkan, menggabungkan, memperindah dari karya yang sudah ada, tentu saja dengan hasil karya buatan kita sendiri.



Bila Anda seorang desainer Web, Anda tentu mempunyai cara-cara yang berbeda untuk mencari inspirasi dalam membuat desain. Pada dasarnya kemampuan seorang desainer Web adalah memadukan antara desain-desain yang sudah ada yang pernah dilihat, dibaca atau didengarnya. Untuk mewujudkan inspirasi itu ia memerlukan kreativitas dan kemampuan dalam menggunakan software-software pendukung seperti Photoshop, Macromedia Flash, dan lain-lain. Bila kita amati, komposisi warna, tata letak, dan navigasi, meski memiliki patokan-patokan yang baku namun berbeda-beda dalam penyajiannya. bagaimana pun juga, walaupun terinspirasi dari sumber yang sama, setiap orang berbeda dalam cara mengembangkan. Letak navigasi di pinggir kiri, kanan, atas atau bawah, pasti sering kita lihat di situs situs portal yang kita kunjungi. Jenis huruf yang digunakan dan jenis warna juga mungkin sama, tapi kesan yang Anda dapat tentu bisa berbeda bila ditambahkan ikon atau banner.

Hak Cipta
Timbullah pertanyaan: bila semua hasil karya adalah adaptasi dari karya-karya sebelumnya dan tidak ada yang asli, lalu bagaimana dengan hak cipta?



Sebuah karya yang hadir dari hasil inspirasi adalah hasil kerja keras manusia dalam berpikir dan mengolah kemampuannya. Mungkin seorang desainer Web tidak hanya terinspirasi dari satu sumber, tetapi dari beberapa. Setiap karya yang merupakan hasil berpikir, pengelolaan kemampuan dan kreativitas tiap orang tentu akan berbeda hasilnya. Hasil yang diperoleh dari proses berpikir dan pengelolaan kemampuan ini patut dihargai sebagai hasil karya.



Bila kita melihat sebuah situs yang bagus dalam segala segi, kita tentu langsung berpikir bagaimana dengan cara pembuatannya hingga menjadi sebuah karya yang indah. Menginspirasi sebuah hasil karya akan memperkaya khazanah kita dalam desain. Tentu saja menginspirasi di sini tidak sama dengan menjiplak atau membajak. Memindahkan hasil karya orang lain dengan melakukan Save As tentu sesuatu yang tidak baik (dan juga melanggar hak cipta). Jika kita terlalu sering melakukan hal ini, maka akan semakin buruklah citra Indonesia.
http://www.master.web.id

Desainer Web, Desainer Grafis, dan Animator
 

Banyak yang berpendapat dalam dunia Web, seorang desainer Web harus dapat melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan seluruh produksi visual dalam sebuah situs Web. Seringkali seorang desainer harus bekerja ekstra dalam mencari ide dan menghasilkan karya yang layak. Namun, tatkala cakupan proyek yang makin besar, seorang desainer Web harus pula produktif dalam menghasilkan berbagai komponen yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah tampilan situs yang presentatif.Dengan makin berkembangnya dunia Web, teknologi-teknologi baru yang memungkinkan multimedia Web menuntut perkembangan kemampuan yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan itu sendiri. Namun, dalam profesi kita, ada hal-hal yang membuat batasan-batasan kerja seorang desainer Web menjadi absurd.

Sebut saja, Desainer Web dan Desainer Grafis. Dalam dunia nyata, dua profesi tersebut sangat mudah dibedakan. Desainer mengurus tampilan di halaman Web, dan Desainer Grafis membuat tampilan dengan tujuan publikasi. Namun dalam dunia kerja, kedua profesi tersebut seolah sama. Kita dituntut untuk mengetahui banyak hal dalam dunia Desain Web dan Grafis. Terkadang si perusahaan tempat kita bekerja tidak dapat membedakan cakupan dan batasan kerja seorang Desainer Web hingga bermacam pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan dunia Web menjadi tanggung jawab kita.

Seorang rekan kerja curhat kepada saya, saat ia bingung karena ditugasi untuk mengurus dari awal hingga akhir ?Marketing Tools? (peralatan untuk kelengkapan marketing, seperti kartu nama, kop surat, amplop, hingga brosur dan company profile) untuk perusahaan tersebut, padahal ia tidak mengetahui banyak tentang pengolahan grafis untuk percetakan. Kehadiran Flash selain turut menyemarakan dunia Web, ternyata membuat semakin panjang daftar skill dan cakupan kerja yang memang harus dikuasai.

Sebenarnya, dunia Animasi dan desain Web prinsipnya berbeda Anda tentu setuju dengan hal ini. Dalam melamar pekerjaan penguasaan Flash merupakan hal yang selalu dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan, terkadang ada hal yang membuat kita berpikir dua kali sebelum mengajukan lamaran; ?Dicari desainer Web, menguasai HTML, bla… bla… Flash, Berpengalaman dalam Actionscript, bla… bla…?.

Bahkan ada iklan lowongan untuk desainer Web dengan kemampuan penggunaan software 3D seperti 3Ds Max dan video editing. Kasus diatas sering kali terjadi, coba Anda melongok arsip milis-masterweb sering sekali posting perekrutan disangkal dan menjadi perbincangan alot dengan alasan tidak spesifik.

Kesimpulan yang dapat kita tarik, kita ini hidup dalam 2 dunia, dunia maya dan dunia nyata, dalam dunia maya kita hidup dengan obsesi kita, namun dalam dunia nyata kita hidup berhadapan dengan obsesi orang lain.

Dalam mengajukan lamaran, lebih teliti memahami keinginan perusahaan, lihat spesifikasinya apakah sudah sesuai dengan diri Anda ? Namun ingat (pada artikel yang lalu), jangan terlalu mengobral kemampuan, karena Anda bisa repot sendiri. (pupung budi purnama)
http://www.designmagz.com

Bagaimana memulai belajar Desain Grafis?



Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.



Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.





Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya� tentang desain grafis yang saya ambil dari situs� http://id.wikipedia.org/�



Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.



Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.



Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.



Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).



Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.



Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan�



Kategori Desain Grafis

Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.

2. Web Desain: desain untuk halaman web.

3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.

4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.

5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.



Program Pengolah Grafis

Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.



1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)

Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

– Adobe FrameMaker

– Adobe In Design

– Adobe PageMaker

– Corel Ventura

– Microsoft Publisher

– Quark Xpress



2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

– Adobe Illustrator

– Beneba Canvas

– CorelDraw

– Macromedia Freehand

– Metacreations Expression

– Micrografx Designer



3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.

Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:

– Adobe Photoshop

– Corel Photo Paint

– Macromedia Xres

– Metacreations Painter

– Metacreations Live Picture

– Micrografx Picture Publisher

– Microsoft Photo Editor

– QFX

– Wright Image



4. Aplikasi Pengolah Film/Video

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:

– Adobe After Effect

– Power Director

– Show Biz DVD

– Ulead Video Studio

– Element Premier

– Easy Media Creator

– Pinnacle Studio Plus

– WinDVD Creater

– Nero Ultra Edition



5. Aplikasi Pengolah Multimedia

Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

– Macromedia

– Macromedia Authorware

– Macromedia Director

– Macromedia Flash

– Multimedia Builder

– Ezedia

– Hyper Studio

– Ovation Studio Pro

– Macromedia Director

– Macromedia Flash

– Multimedia Builder

– Ezedia

– Hyper Studio

– Ovation Studio Pro
http://slametriyanto.net
 

Introduction to flash actionscript



ActionScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan di dalam movie flash untuk mengirimkan command/instruksi ke dalam moie flash itu sendiri. dengan actionscript, seorang flash developer/animator bisa berinteraksi dengan movie flash yang dia buat, memerintahkan movie tersebut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan si-pembuat. semakin kompleks actionscript yang kita masukan di dalam movie, semakin kompleks pula kemampuan movie tersebut untuk berinteraksi dengan user nantinya.



ActionScript terdiri dari berbagai simbol-simbol (sintaks) yang merepresentasikan ide-ide si pembuat yang nantinya berfungsi sebagai “alat komunikasi” antara user dengan movie flash itu sendiri. Sintaks Actionscript sangat mirip dengan javascript karena Sintaks ActionScript dibuat berdasarkan spesifikasi ECMA-262 meski tidak seluruhnya.



Secara default flash movie yang dijalankan di dalam flash player akan otomatis bergerak dari frame ke frame, dan ketika timeline movie sudah berada pada akhir timeline maka akan secara otomatis pula timeline akan di bawa ke frame pertama dan movie diulang kembali, begitu seterusnya. Tanpa Actionscript kita tidak memiliki control atas movie tersebut. Ketika suatu ketika kita ingin merubah kelakuan default dari movie flash untuk dijalankan sekali saja tanpa diulang dan atau berhenti di frame tertentu, maka kita perlu memberi perintah



” hey movie gw mau lu jalan sekali saja dan berhenti di frame terakhir ! “



bagaimana kita bisa memberi perintah ke movie dalam bahasa yang dimengerti oleh movie (yang pasti flash movie tidak mengerti kalimat perintah seperti diatas), untuk melakukan hal itu kita perlu bantuan ActionScript, yaitu bahasa ibu dari flash movie. untuk menghentikan timeline di frame terakhir kita tinggal memberi sebaris ActionScript di frame terakhir dari timeline flash movie. sintaksnya adalah,



stop();



Dengan perintah ini maka flash player akan menghentikan playback di frame dimana perintah ini berada. Tapi kemampuan Actionscript tidak sebatas itu, kamu bisa memberikan perintah yang lebih kompleks, me load data dari external source (XML, text file, image etc.) untuk membuat konten flash yang dinamis, bahkan ActionScript mampu menangani sistem E-commerce yang kompleks sekalipun. so tertarik untuk mengenal ActionScript lebih jauh?
http://www.ariel.web.id
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: